04 September 2015

Awas, Jangan Rusak Ibadah Haji dengan Berfoto Selfie!

Ulama Arab Saudi prihatin dengan gejala yang mungkin baru muncul pada setahun belakangan ini, ibadah haji namun melakukan selfie.

Ulama terkemuka seperti Syaikh Abdul Razzaq Al-Badr, dan Syaikh Fauzan pun angkat bicara mengkritik para jamaah haji kini yang melakukan foto-foto diri untuk dipasang di jejaring social yang dikenal dengan sebutan selfie.

Selfie secara harafiah seringkali diartikan sebagai aktivitas memotret diri sendiri atau narsisme. Jika ditelusuri lebih dalam, pengertian ‘Selfie’ menurut referensi pustakawan Britania adalah “sebuah pengambilan foto diri sendiri melalui smartphone atau webcam yang kemudian diunggah ke situs web media sosial.”

Perbuatan itu dipandang mengandung unsur pamer atau bahkan riya’, yang kalau sampai pada taraf itu maka sangat membahayakan bagi pelakunya. Karena riya’ itu termasuk dosa besar, syirik kecil yang menghancurkan pahala amal. Sedangkan ibadah haji itu seharusnya hanya untuk Allah Ta'ala.



وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ

وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan sempurnakanlah ibadah haji dan ‘umrah karena Allah…. dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya. (QS Al-Baqarah: 196).

Seorang ulama terkemuka Arab Saudi menasihati jemaat agar tidak melakukan selfie saat menunaikan ibadah haji.

Portal berita arabnews.com melaporkan ulama terkenal dari Saudi, Sheikh Abdul Razzaq Al-Badr mengatakan, Allah memerintahkan jemaah haji agar menunaikan ibadah itu tanpa riya’ dan tidak memamerkannya kepada orang lain.

Ketika Rasulullah SAW tiba di miqat, beliau bersabda: “Allah memerintahkan ibadah haji dilakukan tanpa riya’ dan tidak dipublikasikan kepada publik. ‘

Wahyu itu disampaikan ketika beliau tiba di miqat diikuti dengan tindakan dan praktek membersihkan rohani.

“Jemaah haji sekarang gemar mengambil gambar ketika tiba di miqat. Tidak hanya itu, mereka juga mengambil gambar saat melakukan tawaf, saat bermalam di Padang Arafah dan saat melempar jumrah,” katanya.

Katanya, tindakan itu tampaknya menunjukkan tujuan mereka datang ke Mekah adalah untuk mengambil gambar dan bukan untuk beribadah.

“Bila mereka pulang, mereka akan berkata “Mari lihat gambar saya ketika saya berada di Arafah, ini pula gambar saya saat berada di Muzdalifah”, jelas Sheikh Abdul Razzaq.

Tambahnya, jemaah juga mengambil gambar secara selfie dengan berbagai gaya seperti sedang berdoa, terlihat merendah diri serta merasa takut dan tenang, namun setelah gambar direkam, mereka akan menurunkan tangan mereka kembali.

Rekaman selfie oleh selebriti Ellen DeGeneres pada acara Penghargaan Oscar tahun ini, menjadi terkenal dan dibicarakan di seluruh dunia dan belakangan ini, jemaah yang mengunjungi dua masjid suci di Arab Saudi juga tidak mau ketinggalan mengikuti budaya saat itu, meskipun bertentangan dengan praktek Islam.

Ulama terkemuka Sheikh Saleh Al-Fauzan menegaskan mengambil gambar ketika berada di dalam Masjidil Haram adalah perbuatan yang tidak bisa diterima. (Al-Faedah, 30 Sept).

Padahal, Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:



إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ الشِّرْكُ الأَصْغَرُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الشِّرْكُ الأَصْغَرُ قَالَ الرِّيَاءُ


“Sesungguhnya yang paling ditakutkan dari apa yang saya takutkan menimpa kalian adalah asy syirkul ashghar (syirik kecil), maka para shahabat bertanya, apa yang dimaksud dengan asy syirkul ashghar? Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Ar Riya’.” (HR. Ahmad dari shahabat Mahmud bin Labid no. 27742).

artikel