15 Oktober 2015

Terhalangnya Jiwa Karena Syahwat

Tidak menutup kemungkinan hati terhenti pada cahaya,sebagaimana terhalangnya jiwa karena gelapnya benda-benda makhluk (syahwat).

Segala sesuatu yang kita rasakan,yang kita lihat maupun peristiwa yang kita alami merupakan tabir, sehingga engkau menjadi tidak bisa melihat Allah. Atau pemahaman kita salah dalam menempun jalan makrifat.Kesalahan itu misalnya kita telah beristiqamah menempuh jalan makrifat, namun tujuan kita dibelokkan oleh keinginan-keinginan lain,bukan merapat kepada-Nya. Tujuan yang dibelokkan oleh hawa nafsu berupa keinginan sebagai seorang khowas; orang yang istimewa di bandingkan manusia awam. Penyebabnya karena hatimu terpengaruh oleh cerita-cerita bohong yang dibesar-besarkan.

Sering kita mendengar seseorang menempuh jalan makrifat, kemudian manusia memberi gelar wali. Ia dihormati dan disegani lantaran ilmunya yang tinggi dan istimewa. Setiap umat yang berjumpa dengannya selalu mencium tangan, menunduk-nunduk dan bersikap sangat sopan. Disiarkan kabar bahwa sang wali tersebut mampu shalat diatas air,berjalan diawan,pergi ke Mekkah  dalam sekejap dan bisa bicara dengan arwah para nabi.

Inikah tujuan dalam menempuh makrifat? Jika tujuannya hanya demikian,maka betapa memalukan. Dan kita akan terhalang oleh nuranimu sendiri. Tujuan bermakrifat hanyalah ingin mendapatkan ilmu yang aneh-aneh dan gaib membuat orang awam berdecak kagum.

Jadi, orang menempuh jalan makrifat haruslah mempunyai tujuan agar bisa dekat dengan Allah. Tentu saja harus istiqomah dalam beribadah. Ibadah yang dilakukan juga tidak macam-macam,tidak ditambah dan dikurangi tetapi tetap pada jalur ajaran Rasulullah dalam sunnahny dan perintah Allah dalam Firman-Nya.

artikel