30 Juni 2016

Aplikasi makna puasa dalam kehidupan sehari-hari

Dalam berpuasa Allah SWT mengajarkan langsung beberapa hal terhadap diri tanpa perantaraan siapapun. Diantara adalah :

  1. Sifat Tawadhu’ (rendah hati)

setiap orang yang berpuasa pasti mengalami haus dan lapar,siapa pun orangnya. Baik pejabat maupun rakyat, baik kyai maupun santri, baik konglomerat maupun orang yang melarat. Ternyata sehari tidak kemasukan air dan nasi, diri kita sudah loyo, lemes. Apa yang mau kita banggakan dihadapan Allah SWT. Harta kita ? pangkat dan jabatan kita?

Melalui Ramadan kita di ingatkan oleh Allah SWT  bahwa sesungguhnya diri ini bukan siapa- siapa dan tidak menjadi apa-apa. Semuanya yang kita miliki adalah milik allah swt. Tidak ada yang patut untuk kita sombongkan. Yang pantas dan patut sombong hanya Allah SWT. Dan sesungguhnya allah benci kepada orang-orang yang sombong.

  1. Sifat Qona’ah

pada saat menjelang berbuka puasa, biasanya diantara kita ada yang menyiapkan ta’jil untuk berbuka puasa. Dan rata – rata menyiapkan makanan dan minuman kesukaannya. Ada kolak dan macam-macam minuman yang lain, seakan-akan habis semua yang sudah kita sediakan.

Tetapi Pada saat azan maghrib di kumandangkan, hanya sebutir kurma, sepotong roti dan segelas air kita masukkan ke perut kita, kita sudah kenyang. Artinya apa ? Allah SWT memberikan pelajaran pada kita bahwa kita boleh punya keinginan yang tak terbatas, tapi ingat bahwa kemampuan kita terbatas. Di situ kita di ajari oleh allah mempunyai sifat qona’ah ( menerima pemberian allah dengan penuh ikhlas). Manusia memang wajib berusaha, tetapi hanya allah yang menentukan. Kalau sudah di tentukan oleh Allah SWT, maka kita wajib menerima dengan penuh ikhlas. Rasulullah SAW bersabda :

قال رسول الله صلى الله عليه و سلم عليكم بالقناعة فإن القناعة مال لا ينفد

Artinya : rasulullah Muhammad saw bersabda : tetaplah kalian untuk berqon’ah, sesungguhnya qonaah itu harta yang tidak akan pernah habis.

 

Oleh : DR.H. Darmawan, SHI,MHI

artikel