20 Februari 2018

Masjid-Masjid Bersejarah di Singapura

Singapura memiliki sejumlah masjid yang memiliki sejarah tinggi. Umurnya kini sudah ratusan tahun. Sebab, beberapa di antaranya sudah dibangun pada 1800-an. Meski sudah berusia tua, masjid-masjid tersebut masih tegak berdiri hingga kini. Bangunannya memiliki nilai keindahan tersendiri sebanding dengan nilai sejarah yang dimilikinya.

Setiap hari, kaum Muslim di Negeri Singa tersebut melakukan ritual ibadah di masjid-masjid tersebut. Dan memang, keberadaannya tidak bisa dilepaskan dari sejarah Singapura dan penyebaran Islam di sana. 

Masjid Sultan

Ini merupakan masjid terbesar di Singapura yang dibangun pada 1826 Masehi. Meskipun ukurannya masih kalah dibandingkan Masjid Istiqlal, kebersihan Masjid Sultan sangat terjaga. Hal ini membuat para jamaah menjadi nyaman beribadah di dalamnya.

Masjid yang dibangun di Kampung Glam ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan asing yang datang ke Singapura. Sekitar lima ribu jamaah bisa di tampung di dalamnya.

Desain bangunan Masjid Sultan dirancang oleh Denis Santry dari Swan and Maclaren. Seluruh biaya pembangunannya ditanggung oleh keluarga Sultan dan kaum Muslim saat itu. Denis mengadopsi gaya Sarasenik atau gaya Gotik Mughal lengkap dengan menara menggantikan masjid lama yang berarsitektur Indonesia pada masjid sebelumnya.

Masjid Sultan mendapatkan pengakuan dari Pemerintah Singapura pada 14 Maret 1975 sebagai monumen nasional. Dan, statusnya pun kini dimiliki dan dikelola oleh Majlis Ugama Islam Singapura (MUIS).N

Masjid Hajjah Fatimah

Masjid ini terletak di sepanjang Beach Road di kawasan Kampong Glam. Pembangunannya mulai dilakukan pada 1846. Arsitekturnya menggabungkan corak Islam dan Eropa. Hajjah Fatimah merupakan pengusaha yang membiayai pembangunan masjid tersebut sehingga akhirnya namanya diabadikan sebagai nama masjid itu.

Masjid Hajjah Fatimah dikelilingi oleh tembok yang tinggi. Halamannya terdiri dari sebuah ruangan untuk shalat, makam, tempat tinggal imam, tempat wudhu, beberapa bangunan tambahan, dan sebuah taman.

Ciri unik masjid ini terletak pada menaranya yang didesain mengikuti corak Eropa. Menara tersebut condong sekitar enam derajat. 

Masjid Omar Kampung

Masjid ini terletak di kawasan Keng Cbeow Street. Bentuknya tidak terlalu besar. Namun, masjid ini merupakan yang pertama kali dibangun di Singapura.

Masjid tua ini terletak di tengah-tengah kawasan Singapore River Planning Area, Singapore's central business district, dan

kawasan jantung kota bisnis Singapura.  Menurut sejarahnya, Masjid Omar Kampong dibangun oleh seorang saudagar kaya keturunan Arab asal Palembang (Sumatra Selatan) bernama Syed Abdullah bin Omar Aljunied pada 1820.

Pada awalnya, masjid ini dibangun dengan struktur kayu. Kemudian, Syed Abdullah membangun ulang masjid tersebut menggunakan bahan bata pada 1855. Meski sudah dibangun menggunakan bata, masjid ini sejak dibangun tidak dilengkapi dengan menara. Barulah pada 1985 dilengkapi dengan menara.


artikel