30 Januari 2019

98% pakaian ihram yang dijual di Arab Saudi diimpor

MAKTOUR.CO.ID, JAKARTA -- Hampir 98% pakaian kain ihram yang dijual di Arab Saudi diimpor, dilansir pada surat kabar Arab Al-Watan pada hari Selasa mengutip Organisasi Standar Arab Saudi, Metrologi dan Kualitas (SASO). Organisasi itu mengatakan hanya sekitar 2 persen dari kain ihram yang diproduksi di Arab Saudi.

Sebuah penelitian, yang dilakukan oleh pusat penelitian SASO, mengatakan sekitar 73 persen kain ihram yang dijual di Arab Saudi itu tidak sesuai dengan standar dan spesifikasi. Dikatakan beberapa kain tidak biodegradable karena benang poliester digunakan dalam pembuatannya.

Pusat mengumpulkan sekitar 100 sampel dari sembilan negara pengekspor dan melakukan 14 tes pada mereka dalam enam bulan terakhir. Studi ini juga menyelidiki hubungan antara fitur kimia dan fisik pakaian ihram dan dampaknya terhadap kelembaban.

Studi tersebut mengatakan semua sampel yang diuji tidak menawarkan perlindungan dari sinar ultra violet dan mereka tidak tahan terhadap bakteri. Dikatakan ihram yang terbuat dari benang kapas terurai dalam 60 hari sementara yang terbuat dari poliester tidak bisa terurai secara alamiah.

Ihram merupakan salah satu rukun haji dan umrah, dan jika tidak dikerjakan maka ibadah hajinya dianggap tidak sah. Ihram sendiri artinya niat untuk mengerjakan haji atau umrah dengan memakai pakaian ihram. Yang harus diingat, berihram harus dilaksanakan di miqat.

berita