15 Oktober 2019

Mitos Bulan Safar Kesialan Dan Musibah, Ini Yang Harus Kita Lakukan!

Bulan kedua dalam Penanggalan Islam dikenal dengan bulan Safar. Dikatakan bulan kedua karena ia memang jatuh setelah bulan Muharram sebagai awal bulan Penanggalan islam. bulan ini dikatakan bulan Safar karena memang memiliki sejarah tersendiri dalam masyarakat Arab, yaitu sesuai dengan namanya Safar yang berarti kosong. mengapa disebut kosong sebab sudah menjadi kebiasaan orang Arab Jahiliyah zaman dahulu meninggalkan rumah dan sehingga menjadi kosong, dalam artian hal ini menunjukkan bahwa Safar diyakini sebagai bulan yang harus diwaspadai karena banyak memiliki kesialan.

Ada juga yang mengatakan bahwa nama Safar sebagai bukti sejarah dari anggapan negatif orang jahiliyah terhadap bulan ini yang penuh dengan kejelekkan dan kesialan, karena safar sendiri terambil dari nama penyakit yang bersarang di perut dan membahayakan. banyak masyarakat yang masih berkeyakinan bahwa bulan ini khususnya di minggu terakhir menjadi bulan sial, karena memang Allah SWT banyak menurunkan penyakit dan musibah di dalamnya sehingga dalam bulan ini tidak perlu mengadakan hajatan, pesta dsb.

Namun, ketika Islam datang, segala pemikiran yang keliru tersebut dibantah oleh Rasulullah SAW. Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada wabah dan tidak ada keburukan binatang terbang dan tiada kesialan bulan Safar dan larilah (jauhkan diri) daripada penyakit kusta sebagaimana kamu melarikan diri dari seekor singa,” (HR. Bukhari). Karenanya, beranggapan sial pada bulan Safar ini masuk kedalam jenis tathayyur yang dilarang dan masuk ke dalam jenis amalan jahiliyyah yang sudah dibatalkan atau dihapus dalam Islam.

Seperti halnya bulan yang lain, bulan Safar juga terdapat kebaikan serta keburukan. Kebaikan yang ada hanya semata-mata datang dari Allah dan keburukan terjadi karena takdir-Nya. Akan tetapi, untuk memperoleh keutamaan dan pahala dari Bulan Safar ada baiknya untuk menunaikan ibadah harian sebagaimana sunnah Nabi Muhammad SAW.

1. Perbanyak zikir

2. Sholat dhuha

3. Sholat malam

4. Berjamaah di Masjid

5. Perbanyak membaca sholawat

6. Dan jangan lupa istiqomah membaca Al-Qur’an.

Semoga kita semua dijauhkan dari bala’ dan kesialan serta mendapat syafaat Nabi Muhammad SAW. Amin.

artikel