20 Oktober 2014

" Tawakal "

Tawakal adalah bersandar kepada sang pencipta dan meyakini bahwa sesuatu berada di tanganya, kadar tawakal anda kepada Allah SWT sesuai dengan kadar prasangka baik dan pengharapan anda kepadanya.

 

Tidaklah seseorang menggantungkan harapanya kepada makhluk, melainkan harapanya akan sia-sia belaka. “ Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan ( pertolongan ) Allah SWT . Hanya kepada Allah aku bertawakal dan hanya kepadanyalah aku kembali. “ ( Hud : 88 )

 

Imam Ahmad berkata, Tawakal adalah menghentikan upaya mencari kedudukan tinggi dengan memutus harapan dari manusia. “ Siapa saja yang bergantung kepada selainya, atau menaruh kepercayaan kepadanya amalnya, akalnya, dan daya kekuatanya, maka Allah akan menyerahkan dirinya kepada perkara-perkara tersebut dan menghinakanya.

 

Sebagaimana dia telah menggiring rizki kepada burung-burung, semata-mata hanya dengan keluar pada pagi hari dan pulang pada sore hari, itu merupakan bentuk mencari dan berusaha. Dengan tawakal seseorang akan mendapatkan ketenangan hati, kemantapan dalam menghadapi keadaan dan menolak segala tipu daya kejahatan, seorang hamba mampu menolak gangguan dan dan kezhaliman makhluk dengan tawakal.

 

Bertawakalah untuk mendapatkan Ridha Ar-rahman, tawakal dengan badan merupakan bentuk ketaatan kepadanya, sedangkan tawakal dengan hati merupakan bentuk keimanan kepadanya.

artikel