05 Agustus 2015

Daftar Tunggu Haji di Karawang Capai 15 Tahun

REPUBLIKA.CO.ID,‎ KARAWANG -- Daftar tunggu haji di Kabupaten Karawang, Jabar, semakin mengular. Sampai saat ini, daftar tunggu itu mencapai 15 tahun kedepan.

Asumsinya, yang mendaftar haji tahun ini, baru bisa akan berangkat pada 2030 mendatang. Karena kondisi ini, pemkab setempat meminta supaya kuota haji untuk wilayah ini ditambah lagi.

Plt Bupati Karawang Cellica Nurachadiana mengatakan, ‎kuota haji untuk Karawang harus ditambah. Pasalnya, daftar tunggu haji di wilayah ini sudah sangat panjang. Sampai 15 tahun kedepan. Jumlah pendaftar sampai saat ini, sebanyak 35 ribu jiwa. Sehingga, kasihan yang sudah mendaftar. Tapi, mereka harus sabar dalam menunggu panggilan ibadah tersebut.

"Kami berupaya, meminta ke pusat supaya kuota haji di tambah," ujar Cellica, Selasa (4/8).

Apalagi, berdasarkan laporan dari Kementerian Agama setempat, menyebutkan kuota haji tahun ini untuk Karawang menurun. Dengan kuota seperti ini, maka daftar tunggu haji akan terus mengular. Mengingat, minat masyarakat untuk beribadah haji cukup tinggi.

Selain meminta ada penambahan kuota, lanjut Cellica, pihaknya juga‎ menginginkan supaya calon jamaah haji yang sudah usia lanjut diprioritaskan. Supaya, para lansia ini tak perlu menunggu waktu yang cukup lama untuk menjalankan rukun Islam yang kelima tersebut.

"Kemendag, harus prioritaskan pendaftar yang usia lanjut," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Karawang, Edy Yusuf, mengatakan, ‎tahun ini kuota haji untuk Karawang hanya 1.729 calon jamaah haji. Kuota itu, sudah termasuk 10 petugas TPHD. Kuota itu, mengalami penurunan sekitar 20 persen. Padahal, biasanya kuota untuk Karawang lebih dari 2.000 orang per tahunnya.

"Sejak ada pembatasan kuota haji dari Pemerintahan Arab Saudi, sampai saat ini belum ada penambahan kuota lagi," ujar Edy.

Untuk persiapan haji tahun ini, lanjutnya, sudah dilaksanakan bimbingan massal manasik haji. Kegiatan ini, merupakan yang pertama dalam rangkaian persiapan ibadah haji.‎ Setelah itu, akan dilakukan pemberkatan. Supaya, para calon jamaah haji ini persyaratannya lengkap.

‎Menurut Edy, calon jamaah haji yang akan berangkat tahun ini, sedang diintensifkan mendapatkan pembekalan. Salah satunya, dengan manasik haji. Sebab, dengan manasik ini para calon jamaah haji tersebut, bisa mendapatkan ilmu dan pengetahuan.

"Selain itu, kami juga sedang menggenjot untuk menyelesaikan pemberkatan persyaratan. Dengan demikian, kami berharap Karawang jadi kloter pertama di Jabar," ujarnya.

Mengenai usulan dari pemkab soal prioritas calon jamaah yang usia lanjut, hal itu memang sangat positif. Akan tetapi, kata Edy, kebijakannya ada di pemerintah pusat. Namun, sepertinya pemerintah juga tetap memrioritaskan calon jamaah yang usia lanjut dan calon jamaah yang belum berhaji sama sekali. Dengan kata lain, calon jamaah haji yang sudah pernah berhaji diharapkan bisa lebih bersabar lagi.

sumber : http://www.republika.co.id/berita/jurnal-haji/berita-jurnal-haji/15/08/04/nskcjh313-daftar-tunggu-haji-di-karawang-capai-15-tahun

 

haji