06 Agustus 2015

Haji Bukan Wisata Spiritual

Jakarta (Sinhat)--Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil menyatakan haji bukan merupakan wisata spiritual. Pada wisata spiritual, jemaah dapat dengan mudah berpindah tempat. Sedangkan haji diikat ketentuan manasik. Ketika melakukan perjalanan haji ke kota suci, jemaah haji diikat ada aturan miqat.

 

"Ada waktu ketika mereka mulai melakukan ibadah haji. Ada tempat ketika mulai melakukan ibadah haji. Tidak bisa orang ke sana ke mari semaunya sendiri kayak kita wisata," kata Abdul Djamil di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (05/08).

 

Djamil menuturkan, ada berbagai tantangan ketika memberikan layanan tersebut. Tantangan itu termasuk latar belakang calon jamaah haji asal Indonesia. Latar belakang misalnya pendidikan. Mulai dari yang S3 hingga tidak sekolah.

 

Calon jemaah haji asal Indonesia yang akan melaksanakan ibadah di Tanah Suci tahun ini sebanyak 168.800 orang, terdiri dari 155.200 kuota haji reguler dan 13.600 kuota haji khusus. Kloter pertama haji akan berangkat pada 21 Agustus 2015 mendatang. (ha/ar)

 

sumber : haji.kemenag.go.id

haji