27 Agustus 2015

Usai panas, Madinah dan Makkah Diguyur Hujan

MADINAH - Setelah cuaca panas berkisar 45-47 derajat celcius melanda Tanah Suci Makkah dan Madinah, kemarin sore turun hujan. Sesaat sebelumnya, terjadi badai pasir yang membuat jarak pandang terbatas dan sampah-sampah beterbangan di jalanan.

Badai pasir terlihat ditengah kota Madinah hingga menuju Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz yang berada di Timur Laut. Mobil-mobil yag melaju di jalanan terpaksa harus menghidupkan lampu badai.

Kuatnya badai membuat seng pembatas salah satu bangunan proyek bandara sempat rubuh. Tak lama kemudian terjadi hujan yang berlangsung sekitar 10 Menit.

Tadi Pesawat Garuda yang membawa kloter SOC 12 dari Solo sempat di-hold atau berputar dulu sekitar 30menit. Tapi sekarang sudah mendarat, " kata Manager Operasional Garuda Indonesia di Bandara Madinah, Saleh Nugraha, kemarin.

Sedangkan staf operasional Saudi Arabia Airlines di Bandara Jeddah Febi Martawardaya mengaku belum mendapatkan laporan terakhir. "saya belum cek" akunya.

Terpisah, kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara Jeddah-Madinah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Nurul Badruttamam mengatakan bahwa fenomena badai pasir yang disusul hujan yang terjadi kemarin biasanya menandakan akan adanya perubahan cuaca yang akan terjadi diwilayah Arab Saudi.

"kondisi ini merupakan peralihan dari cuaca panas ekstrem ke dingin," ucapnya.

Sedangkan di Makkah terdengar suara petir terdengar dari kantor Daker Makkah sebelum hujan turun selama  sekitar 15 menit, pukul 17.30 tadi sore. Meski demikian, suara petir maih beberapa kali terdengar.

Sunu Hastoro/ SINDOnews

haji