07 Oktober 2015

Layani Jamaah Seperti Orang Tua Sendiri

Kendati menghadapi pekerjaan yang terbilang melelahkan pada musim haji kali ini, pemegang gelar master dari UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, itu menganggap kesibukan tingkat tinggi tersebut sebagai hal yang biasa yang harus dihadapi oleh setiap petugas haji.

"Petugas haji itu memang harus rela kurang tidur, makan tidak teratur, yang penting jamaah bisa beribadah dengan lancar dan haji mereka sah," ujar Arsyad Hidayat yang sudah lebih dari lima kali menjadi petugas haji dan menjabat sejumlah posisi penting di Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang bertugas di Arab Saudi.

Menurut dia, pelaksanaan ibadah yang lancar dan sahnya ibadah haji yang dilakukan jamaah, harus menjadi target setiap petugas. "Pada beberapa daerah seseorang yang telah berhaji memiliki kedudukan penting di masyarakat. Karena itu, petugas haji harus membantu mereka agar menjadi haji mabrur," ujar Arsyad yang pernah menjadi wakil ketua PPIH yang bertugas di Arab Saudi.

Selain itu, pemegang gelar sarjana mengenai Hukum Islam itu juga mengingatkan seorang petugas haji harus ikhlas melayani tamu-tamu Allah (duyufurahman), karena ganjaran pahalanya sangat besar.

Apalagi Nabi Muhammad SAW pernah bersabda dalam salah satu hadist, "Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang banyak memberi manfaat bagi manusia lainnya."

Oleh karena itu, Arsyad Hiayat menilai, menjadi pelayan bagi tamu Allah adalah sebagai bentuk pengabdian juga merupakan implementasi dari ajaran Rasullullah SAW.

Arsyad pun berbagi kiat ikhlas dan total menjalani tugas sebagai pelayan tamu Allah. "Layani jamaah haji kita seperti kita melayani orang tua sendiri. Kalau buat orang tua, kita pasti ingin memberikan pelayanan terbaik bagi mereka, sebagai wujud bakti kita pada mereka," ujar calon pemegang gelar doktor dari University Bakht Erida di Khartoum, Sudan.

Hal itulah, tampaknya yang membuat Arsyad begitu semangat seakan tidak ada kata lelah dalam menjalani perannya sebagai Kepala Daerah Kerja Mekkah, yang wilayah kerjanya pada musim haji tahun ini banyak didera musibah.

Bahkan dalam beberapa hal ia memilih langsung turun ke lapangan dibandingkan memberi perintah dan mendapat informasi dari petugas di lapangan, seperti ketika ia turun langsung melakukan identifikasi jenazah korban Mina di pemulasaran mayat di Al- Muashim, Mekkah.

Dan seperti ketika ia memilih langsung ke lapangan mengurai penumpukan penumpang di Terminal Syib Amir pada suatu malam usai Isya, di sekitar Masjidil Haram yang penuh berkah dan ridho Allah itu.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH

haji