19 Agustus 2016

Untuk Persiapan Haji dan Karena Sering Ditarik-Tarik Jemaah, Kiswah Diangkat Setinggi 3 Meter Lebih Cepat

Jika pada musim umrah Ramadhan terlihat kiswah menyelimuti Kakbah sampai bagian bawah dan dapat dijangkau oleh jemaah, namun kali ini hal tersebut berubah. Pasalnya  tidak sedikit dari jemaah yang melakukan tawaf mengelilingi Kakbah, namun mereka menarik kain kiswah dan ingin mengambil sepotong kain penutup Kakbah karena dianggap dapat membawa berkah sehingga ditemukan bagian kiswah yang rusak.

Kondisi seperti ini dianggap otoritas Saudi dapat merusak kiswah yang harganya cukup mahal. Bahkan apa yang mereka yakini sebagai berkah dari pada kiswah tersebut merupakan tahayul dan tidak berdasarkan syariat.

Oleh sebab itu Dewan Kepengurusan Masjid Haramain meminta agar kiswah Kakbah diangkat setinggi 3 meter dari permukaan lantai, sedangkan bagian bawahnya cukup diberi kain putih biasa. Pengangkatan lebih cepat ini juga dimaksudkan untuk persiapan haji yang tinggal beberapa pekan lagi.

Direktur Lembaga Pembuat Kiswah Dr. Muhammad Abdullah Bajudah turut berkomentar atas peristiwa perusakan kiswah, “Kiswah terpaksa diangkat untuk kebersihan dan menjaganya dari kerusakan yang dilakukan jemaah saat melakukan tawaf dengan mendekati kiswah, menyentuh, dan menariknya karena keyakinan yang tidak benar.

Justru hal tersebut dapat merusak kiswah,” tandas Bajudah.Selanjutnya Bajudah juga menjelaskan bahwa, beberapa jemaah haji menginginkan potongan kiswah dengan tujuan tabarruk (mencari berkah) dari kiswah tersebut dan mereka meyakini bahwa potongan kiswah dapat membawa berkah. Karena itulah kiswah diangkat 3 meter dari permukaan lantai agar tidak dapat dijangkau oleh jemaah.

Adapun sebagai penutup bagian bawah Kakbah diganti dengan kain putih biasa dengan panjang 47 meter. Kain tersebut dijahit sedemikian rupa untuk dapat menutupui empat sisi Kakbah khusus bagian bawah. Menurut Bajudah, penutupan 4 sisi bagian bawah Kakbah ini  akan berlangsung sampai berakhirnya musim haji 1437 H.

(gomuslim).

berita