22 September 2016

Tangis Haru Jamaah Tinggalkan Kota Suci

Jamaah haji dari berbagai negara, bertahap meninggalkan kota suci, Arab Saudi. Tangis haru tak terbendung saat meninggalkan Masjid Nabawi dan Madinah serta berharap dapat kembali datang di masa mendatang.

Dilansir dari Saudi Gazette, Rabu (21/9), tidak mudah bagi jamaah haji untuk berpisah dengan dua kota suci, Makkah dan Madinah. Apalagi ketika untuk terakhir kalinya menatap Kakbah dan Masjid Nabawi.

"Perpisahan begitu menyedihkan. Saya merasa sesak luar biasa meninggalkan Makkah dan Madinah, tetapi setelah berhaji kami harus kembali ke rumah," ujar jamaah haji wanita asal Mesir Wafa Mustapha (64 tahun).

Sebelum ke bandara, Mustapha mengucapkan, salam perpisahan dengan staf hotel dimana dia tinggal selama berhaji. Dia berharap, akan kembali lagi untuk berhaji bersama suami dan anak-anaknya. 

Ini pertama kalinya Mustapha berhaji dan sangat terkesan. Tak ada ritual ibadah yang kacau dan dia tak pernah merasakan berdesak-desakkan, dia merasa dimudahkan dalam berhaji. 

Dia merasa, warga Saudi pun sangat ramah dan selalu memberikan makanan dan minuman gratis selama 24 jam kepadanya. Pengalaman yang sama dialamai warga Mesir lainnya Abdul Hameed Farghali. 

Dia merasa jiwanya hilang saat bersiap meninggalkan Madinah. "Perjalanan saya kembali ke rumah adalah perjalanan dari dunia spiritual menuju dunia material," ujar dia. 

Berat hatinya meninggalkan Masji Nabawi saat memanjatkan doa terakhirnya karen harus segera menaiki bus menuju bandara. Jamaah lain pun merasakan hal yang sama, beberapa diantara mereka sempat mengambil foto bersama petugas kesehatan yang siaga selama musim haji. 

Sebanyak 400 mahasiswi kedokteran di Saudi menjadi relawan memberikan layanan medis kepada jamaah haji. "Mereka benar-benar tulus memberikan pelayanan kemanusiaan," ujar dia.

REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH

berita