21 Desember 2016

Istana Peringati Maulid Nabi, Presiden Ajak Teladani Rasulullah SAW dan Piagam Madinah

gomuslim.co.id- Pada Senin (19/12) bertempat di Istana Negara, Jakarta Pusat, Presiden Joko Widodo menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, pada kesempatan ini Presiden RI ini turut mengundang jajaran menteri Kabinet Kerja, para duta besar dan pelajar ilmu Alquran.

Acara digelar di ruang sisi utara Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat. Tidak hanya itu Jokowi juga ditemani oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Acara dibuka dengan melantunkan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan pembacaan ayat suci Alquran oleh qori terbaik dua tahun 2016, Farhan Muhammad.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin menyampaikan tausiyah dengan tema: "Keteladanan Rasulullah Sebagai Pemimpin".

"Kelahiran Beliau (Nabi Muhammad SAW) di muka bumi ini merupakan karunia besar dari Allah SWT kepada manusia yang patut disyukuri dan diperingati," ungkap Ma'ruf.

"Saat ini kita berkumpul dalam rangka memperingati kelahiran Beliau dan mempelajari keteladanan Beliau. Di antara teladan Beliau yang bisa kita tiru adalah bagaimana Beliau melakukan perubahan masyarakat pada saat itu. Semua tahu Nabi Muhammad SAW melakukan perubahan dari masyarakat jahiliyyah menuju masyarakat yang unggul," tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi menyampaikan beberapa suri tauladan Nabi Muhammad SAW yang harus ditiru oleh umat.

Jokowi mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum yang tepat bagi umat untuk merenungkan keteladanan Rasulullah. Jokowi pun menjabarkan beberapa sifat nabi yang pantas dijadikan tauladan umat.

"Dalam hal kekuatan akidah dan ibadah, Rasulullah menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan aqidah, pembinaan ibadah, pembinaan muamallah bagi umat dengan beragam latar belakang sosial budayanya," ujar Jokowi.

Di bidang ekonomi, lanjut Jokowi, Nabi Muhammad SAW membangun sebuah etos kerja umat serta menegakkan moral pelaku ekonomi.

"Dan juga menggerakkan zakat, infaq, sadakoh dan wakaf sebagai sebuah sistem jaminan sosial," katanya.

Sedangkan, di bidang sosial, Nabi Muhammad SAW membangun hubungan persaudaraan ukuwah Islamiah serta membangun budaya tolong menolong antar sesama muslim.

"Dan dalam hal bidang politik, Rasulullah SAW juga memberi contoh dan keteladanan bagaimana membangun kontrak politik dengan semua unsur dan komponen masyarakat melalui Piagam Madinah, yang merupakan piagam negara tertulis dunia jauh sebelum munculnya deklarasi HAM yang dilahirkan oleh PBB pada 1948," kata Jokowi.

"Piagam Madinah diatur hubungan pola negara, hubungan muslim dan non-muslim. Jelas sekali menghargai kemajemukan, suku, golongan dan agama. Kita bisa buktikan Islam rahmatan lil Al-Amin, Islam yang mengajarkan kedamaian, Islam yang menjadi rahmat bagi semesta alam, khususnya bangsa Indonesia," tambah dia.

Jokowi juga mengajak kepada seluruh umat Islam Indonesia untuk selalu berbicara baik. Terutama untuk menghindari sikap saling menghina dan membenci.

"Maka itu, saya mengajak umat Islam di Indonesia untuk kita semuanya, selalu berbicara baik, berpikir positif untuk selalu optimis bekerja keras dan memperkuat ukhuwah Wathaniyah kita," ujarnya.

"Hindari ujaran kebencian. Hindari saling menjelekkan antara kita. Hindari hasutan-hasutan yang tak berguna. Hindari saling memprovokasi, hindari fitnah karena semuanya itu hanya merugikan umat Islam di Indonesia," sambungnya.

Presiden pun menegaskan, energi umat sangat dibutuhkan untuk negeri. Untuk itu diharapkan umat mau membangun negeri dengan mengamalkan segala kebaikan dari Rasulullah SAW.

"Seluruh energi umat besar Indonesia sangat dibutuhkan di Indonesia. Menekan kemiskinan, mengurangi pengangguran, menghilangkan kesenjangan sosial baik antara yang kaya dan miskin," tutupnya. (nat/dbs/foto:rmol)

berita