23 Desember 2016

Masjid Hassan II Maroko: Masjid Terbesar Ketiga Dunia Bak Istana di Atas Samudera

gomuslim.co.id- Megah dan indah. Bangunannya laksana istana diatas lautan. Menara pencakar langit setinggi 210 meter atau sekitar 689 kaki seakan mengokohkan masjid terbesar ketiga di dunia ini. Ya, itulah Masjid Sultan Hassan II. Masjid kebanggaan masyarakat Maroko ini merupakan hadiah dari sang raja yang namanya diabadikan untuk nama masjid ini.

Masjid ini diklaim sebagai masjid terbesar ketiga setelah Masjid Al-Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Dianggap terbesar karena masjid ini mampu menampung sekitar 25 ribu jamaah di bagian dalam, dan 80 ribu pada bagian pelantaran luarnya. Dari segi arsitektur, keindahan masjid ini hampir sama dengan masjid Cordoba yang ada di Spanyol.

Sejarah

Masjid Hassan II terletak di kota Casablanca, Maroko. Mulai dibangun tahun 1980 dan didesain oleh arsitek berkebangsaan Perancis Michel Pinseau dan dibangun oleh Bouygues. Masjid ini dibangun untuk memperingati ulang tahun mendiang Raja Maroko, Hassan II. Bangunannya yang menjorok ke samudra Atlantik membuatnya terlihat seakan akan berada di tengah laut.

 

Ini merupakan permintaan khusus dari Raja Hassan karena di dalam Alquran, kitab suci umat Islam, disebutkan bahwa singgasana Tuhan terletak di atas laut. Masjid ini layaknya sebuah masjid yang benar-benar terapung. Tak salah bila kemudian masjid ini mendapat julukan sebagai masjid terapung terbesar di dunia. Masjid megah ini kini menjadi penanda kota Casablanca.

Rancangan pembangunan masjid ini dilakukan di sebuah tanah reklamasi, kawasan kumuh dekat laut, kala itu. Pada tahun 1986 dimulailah pembangunan tahap awal. Rencananya, masjid yang kemudian dinamakan Masjid Raja Hassan II ini diresmikan bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-60 tahun 1989. Namun, peresmiannya tertunda dan baru dilakukan pada 30 Agustus 1993.

Konon, masjid ini menelan biaya 800 juta dolar AS (Rp 8 triliun). Kala itu Masjid Hassan II disebut-sebut sebagai masjid termahal sedunia. Masjid ini memang sangat indah. Kawasan yang kumuh itu disulap menjadi indah dan berkelas.

Arsitektur

Gaya arsitektur Masjid Hassan II memperlihatkan pengaruh gaya “Moorish” yang kuat dan mengingatkan orang pada kemegahan Alhambra dan Mezquita, dua peninggalan kebudayaan Islam yang termasyhur di daratan Spanyol. Pintu-pintu di luar maupun di dalam ruangan masjid dicirikan oleh lengkungan berbentuk tapal kuda. Sedangkan dinding dan pilar-pilar di dalam ruangan dihiasi dengan berbagai macam pola ukiran yang rumit dan indah.

 

Istimewanya, sebagian lantai masjid terbuat dari kaca tebal sehingga umat Muslim yang beribadah atau sujud dapat melihat langsung ke dalam laut Samudera Atlantik. Menara masjid ini merupakan yang paling tinggi di dunia. Dari puncak menara ini, akan terlihat sinar laser yang terang yang mengarah ke kiblat, yaitu ke arah Kabah di Mekah pada waktu malam hari. Hal ini seakan-akan menjadi penunjuk jalan ke rumah Tuhan.

Ruangan utama, tempat umat Muslimin shalat, dilapisi dengan karpet merah. Sementara itu, balkon khusus wanita dan anak-anak diletakkan di sebelah kanan pintu masuk dan dibuat dari kayu yang diukir dengan indah. Di bawah lantai, terdapat tempat permandian umum gaya Turki dan juga air mancur yang dapat digunakan sebagai air wudlu.

Selain itu, ada juga pemanas lantai untuk mengontrol temperatur ruangan masjid melalui lantainya ketika suhu dingin. Pintunya elektrik terpasang dan rancangan atap yang bisa di buka tutup dengan teknologi mutakhir. Masjid ini juga secara keseluruhan berukuran sangat besar dengan dekorasi interior ruang sholat yang mengagumkan.

Ukiran tangan para pengukir dengan dekorasi hasil cetakan semen menambah kecantikan masjid ini. Sebuah tim besar para maestro pengukir di pekerjakan khusus menangani proyek pembangunan masjid ini. Bahan bahan terpilih berupa kayu kayu cedar dari kawasan Atlas, batu pualam dari pegunungan Agadir dan batuan granit dari Tafroute. Sedangkan bahan-bahan pilar granit putih dan kandil-kandil kaca didatangkan dari Murano, Venezia, Italia.

Lebih dari 6000 seniman maroko dipekerjakan pada proyek pembangunan masjid ini sejak dari awal pembangunannya. Dengan biaya proyek mencapai setengah miliar dolar dan sebagian besar dari dana pembangunan tersebut merupakan sumbangan dari rakyat Maroko sendiri

Masjid dirancang tahan gempa lengkap dengan pemandian khas Turki dan memiliki lantai yang dapat dihangatkan sesuai cuaca. Atap masjid terbuat dari pintu elektrik yang dapat terbuka, sebagai simbol semua ibadah yang dilakukan di masjid ini akan dibawa ke atas (surga).

Aktivitas

Masjid Hassan II merupakan salah satu masjid modern yang berfungsi sebagai pusat kegiatan umat Islam, tak hanya tempat ibadah. Masjid ini juga menyediakan berbagai fasilitas lainnya, seperti klinik, perpustakaan, dan tempat berolahraga. (njs/dbs)

 

berita