10 Januari 2017

Kota Madinah Siap Gelar Festival Wisata Islami Tahun Ini

Kota Madinah tercatat memiliki 200 tempat bersejarah sebagai objek wisata. Masjid Nabawi merupakan salah satu tempat bersejarah warisan Islam yang masih eksis hingga hari ini. Seperti diberitakan Asharq Al-Awsat pada (06/01), Wuhaib Al-Sahli, Wakil Sekertaris Bidang Pengembangan Kota Madinah, menegaskan bahwa persiapan acara tahunan yang diselenggarakan OKI sejak 2015 ini sudah maksimal.

Menurutnya, festival kebudayaan, pameran, kegiatan sosial, seminar dan konferensi akan menjadi agenda yang sudah dicanangkan sejak jauh-jauh hari. Namun demikian, Al-Sahli tidak menyebutkan rincian agenda festival ini. Menurutnya, hal itu akan disampaikan dalam waktu dekat ini melalui konferensi pers.

“Kami telah membentuk beberapa komisi, seperti komisi tinggi yang diketuai oleh ketua Komisi Pariwisata dan Warisan Nasional, Pangeran Sultan bin Salman. Selain itu,  saya sendiri mengetuai komisi pelaksana yang akan membawahi beberapa komisi lain, seperti komisi informasi dan komisi perempuan,” terang mantan Kuasa Usaha Kedutaan Besar Arab Saudi di Bangkok ini.

“Selain itu, Gubernur Kota Madinah yang juga menjabat sebagai wakil komisi tinggi festival ini, Pangeran Faisal bin Salman juga selalu mengawasi persiapan acara ini agar berjalan dengan sempurna dan memuaskan” imbuhnya.

Sebelumnya, Organisasi Kerjasama Islam (OKI) bersama negara-negara anggota OKI menetapkan Madinah sebagai “Ibu Kota Wisata Islam untuk 2017”. Penetapan ini berlangsung pada 2015 silam di Niamey, Ibu Kota Nigeria. Sementara itu, pada 2016, OKI menetapkan Konya, Turki, berkesempatan mendapatkan predikat yang sama.

Pada awalnya Yerusalem yang ditunjuk OKI menjadi tuan rumah wisata Islam pada 2016. Namun demikian, kota al-Quds ini justru menjadi tuan rumah lebih dulu pada 2015. Hal ini mengingat posisi strategis kota bersejarah ini di mata anggota OKI yang hadir pada waktu itu. Untuk 2018, kota Tibriz, Iran terpilih menjadi tuan rumah berikutnya.     

Agenda tahunan ini berawal dari usulan para peserta konferensi OKI di Jakarta pada 2014 mengenai pengembangan pariwisata Islam. Asisten Sekertaris Bidang Perekonomian OKI, Hamid Obileiro, menyampaikan bahwa pengembangan wisata infrastruktur yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam, seperti hotel, resor, fasilitas rekreasi dan olahraga, serta pengembangan situs warisan Islam menjadi proyek jangka panjang.

Menurutnya, pariwisata Islam dapat membantu pertumbuhan ekonomi kuat bagi negara-negara anggota OKI. Selain itu, pariwisata Islam ini juga dapat membuka kesempatan kerja sebesar-besarnya, dan membantu perusahaan kecil serta menengah untuk terus berkembang. “Jepang, Malaysia, dan Indonesia menjadi negara percontohan yang telah sukses mengembangkan pariwisata Islam ini,” ujar Obileiro.

Pada 2012, pengeluaran global konsumen Muslim di bidang pariwisata mencapai 137 milir dolar Amerika. Hal ini tidak termasuk haji dan umrah yang menyumbang 12,5 % pengeluaran global tersebut. Pada 2018, diprediksikan pengeluaran global konsumen Muslim bisa mencapai 181 miliar dolar Amerika.

 

gomuslim.co.id

berita