13 Januari 2017

Pencabutan Pemotongan Kuota Haji Akan Tingkatkan Bisnis di Mekkah

Pencabutan pemotongan 20 persen kuota jamaah haji mulai tahun ini diyakini akan membantu meningkatkan bisnis Saudi di Mekkah. Hal ini dapat mengkompensasi kerugian sebesar SR60 miliar (sekitar 210 triliun) akibat penerapan pemotongan kuota haji selama empat tahun (2013-2016) karena proyek perluasan Masjidil Haram, kata Maher Jamal, ketua Kamar Dagang dan Industri Mekkah.

“Kami telah memperkirakan total kerugian yang diderita oleh sektor terkait di Mekkah sebagai efek dari penurunan 20 persen kuota haji di angka SR60 miliar. Terjadi selama empat tahun berturut-turut di mana kerugian di setiap tahunnya sebesar SR15 miliar,” kata Jamal, seperti dilansir Saudi Gazette (11/1).

Di sisi lain, Jamal memuji upaya pemerintah Saudi untuk memperluas dua masjid suci di Mekkah dan Madinah, meskipun menghabiskan miliaran riyal demi untuk menampung lebih besar lagi jumlah peziarah yang datang untuk melakukan haji dan umrah.

“Perluasan mataf (daerah tempat tawaf) dan tempat shalat di Masjidil Haram-Mekkah akan meningkatkan kenyamanan peziarah dan jamaah lainnya dalam beribadah,” kata ketua Kamar Dagang dan Industri Mekkah ini.

Jamal menilai dampak ekonomi dari keputusan yang diambil oleh Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman dalam mengangkat pengurangan 20 persen kuota haji di tingkat nasional dan internasional itu akan sangat besar. Salah satunya di sector penerbangan.

“Hal ini akan meningkatkan penerbangan haji ke Kerajaan dari seluruh dunia yang dioperasikan oleh berbagai maskapai penerbangan yang berbeda.”

Dia mengharapkan peningkatan layanan yang substansial pada jamaah Haji dan Umrah di tahun-tahun mendatang.

Karena bagaimanapun, menurutnya peningkatan jumlah jamaah haji dan umrah tahun ini dan di tahun-tahun mendatang, juga akan meningkatkan perekonomian Kerajaan.

“Pencabutan pemotongan kuota ini akan membuat umat Islam di seluruh dunia bahagia, karena sejumlah besar dari mereka berniat untuk mengunjungi tempat-tempat suci di Mekkah dan Madinah,” ujar Jamal sembari mengatakan nilai perekonomian Kerajaan juga sudah pasti akan meningkat.

 

Kabarumrahhaji.com

berita