15 Januari 2017

Dirut PT. Maktour Sambut Baik Penambahan Kuota Haji

Direktur Utama PT. Maktour Tour & Travel  H.Fuad Hasan Mashyur menyambut baik  Pemerintah,Arab Saudi yang telah mengembalikan normalisasi kuota Jamaah haji Indonesia pada musim haji tahun 2017 ini, pasalnya penambahan dan pengembalian kuota Haji tersebut diyakini dapat mempercepat dan mengurangi antrean jamaah haji saat ini yang daftar tunggunya sudah sangat panjang, yang lamanya hingga 41 tahun.

“Penambahan kuota dan dikembalikannya kuota jamaah haji Indonesia setelah Pemerintah,Arab Saudi memulihkan kuota haji Indonesia lantara pemugaran pembangunan fasilitas masjidil Haram sudah selesai. Alhasil kuota haji Indonesia pulih kembali dari 168.800 (saat pengurangan kuota) menjadi 211ribu. Bahkan untuk musim haji tahun 2017 ini ada penambahan kuota 10 ribu jamaah Haji. Ini prestasi pemerintah Indonesia,” ujar Dirut PT. Maktour H.Fuad Hasan Mashyur saat ditemui hallojakarta.com diacara manasik Umroh PT. Maktour awal tahun 2017. Bertempat di Wisma Maktour Jln.Otista Raya No.80 Jakarta Timur.

Penambahan dan pengembalian kuota haji Indonesia dinilai memang semestinya harus ditambah karena antrean haji Plus maupun reguler dibeberapa daerah misalnya di Makassar, lama nunggunya telah mencapai 20 tahun,”katanya

Sebelumnya menurut Dirjen PHU Kemenag RI, H.Abdul Jamil Pemulihan kuota jamaah Haji dan penambahan kuota 10ribu Jamaah Haji dilakukan setelah sebelumnya pemerintah  Arab Saudi  memutuskan untuk memotong jumlah kuota sebesar  20 persen bagi jamaah haji Indonesia dan negara lain sejak  tahun 2013 hal ini disebabkan oleh adanya perluasan pembangunan fasilitas di Masjidil Haram di Makkah.” Alhamdulillah dengan adanya penambahan dan pengembalian Kuota Haji Indonesia bisa mempercepat dan mengurangi daftar tunggu Jamaah Haji yang lama mencapai 41 tahun.” ucapnya.

Selain itu Dirut PT. Maktour H.Fuad Hasan Mashyur juga mendukung dan mengapresiasi langkah Dirjen PHU Kemenag RI, H.Abdul Jamil yang sebelumnya telah menjalin kerjasama dengan Bareskrim Mabes Polri. Dengan tujuan memproses secara hukum travel-travel biro penyelenggara perjalanan Haji dan Umroh yang nakal tanpa memiliki izin yang sah alias Travel abal-abal.

Menurut Dirut PT. Maktour H.Fuad Hasan Mashyur saat ini banyak masyarakat dirugikan oleh iklan-iklan Travel Biro Penyelenggara haji maupun umroh dengan harga murah padahal kenyataannya masyarakat yang sudah menyetorkan uangnya malah tidak diberangkatkan. Adanya travel-travel biro penyelenggara Haji dan Umroh abal-abal tanpa izin yang sah tersebut telah meresahkan publik.

“Oleh karena itu kami bersyukur pada Allah SWT dengan adanya kerjasama Dirjen PHU Kemenag RI, dengan Bareskrim Mabes Polri dalam upaya untuk menertibkan travel-travel biro penyelenggara Haji dan Umroh yang nakal tanpa izin ( travel abal-abal) diharapkan masyarakat di seluruh Indonesia tidak lagi menjadi korban penipuan lagi,” pungkasnya


Hallojakarta.com, Jakarta

berita