21 Januari 2017

Sambut Kunjungan Raja Salman, Ini 3 Hal Pengajuan Kerja Sama Indonesia untuk Arab Saudi

Pada bulan Maret 2017 mendatang, Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis al-Saud berencana akan berkunjung ke Indonesia. Raja Salman akan datang bersama rombongan besar yakni sekitar 800 orang.

Wakil Ketua DPR Iskan Qolba Lubis mengatakan kunjungan Raja Salman ke Tanah Air dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah Indonesia untuk melakukan lobi terkait penyelenggaraan haji. "Kalau bisa minta kemudahan bagi jamaah haji Indonesia," ujar Iskan, Rabu (18/01).

Dalam kunjungannya ada tiga hal yang akan diminta Indonesia dari Saudi. Pertama, mengenai kepastian penambahan kuota haji Indonesia sebanyaj 10 ribu orang di 2017. Pasalnya hingga kini, belum ada perjanjian tertulis antara Indonesia dan Saudi soal penambahan kuota.

Kedua, mengenai pemondokan. “Kita berharap Saudi mau memberikan izin kepada Indonesia untuk membangun sebuah pemondokan, apalagi 25 persen jamaah haji Indonesia berkategori lanjut usia (lansia) sehingga sangat membutuhkan pemondokan tersebut,” pungkas Iskan.

Dan yang Ketiga, terkait wisata halal. “Saudi merupakan pintu masuk ke Timur Tengah. Untuk itu sebaiknya Indonesia menyiapkan sertifikasi halal internasional agar barang-barang produksi dalam negeri bisa masuk ke Timur Tengah dan Eropa,” kata Iskan melanjutkan.

Iskan menyayangkan Indonesia yang merupakan salah satu negara pemilik Muslim terbesar, namun kalah bersaing dengan dari Singapura, Thailand, dan Jepang, yang barang-barang produksi mereka sudah menembus pasar Saudi, karena halal sudah menjadi tren global," ujar Iskan.

Iskan menilai, saat ini Saudi sudah melihat bahwa Indonesia adalah negara potensial, negara Islam terbesar  di Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Sementara Saudi adalah negara terbesar dari sisi ekonomi. Apabila keduanya mampu bekerja sama dalam penyelenggaraan haji, maka Iskan optimistis hal tersebut akan mendatangkan keuntungan baik bagi kedua belah pihak.

"Raja Saudi sudah lama tidak datang, tiba-tiba datang. Apalagi akan tinggal selama delapan hari di Indonesia. Ini peluang besar. Menag harus lebih lincah, ini strategi penting bagi umat," tukasnya penuh harap.

Salman bin Abdulaziz Al Saud adalah Raja Arab Saudi yang ketujuh, sekaligus Penjaga Dua Kota Suci, dan pemimpin Wangsa Saud saat ini. Salman adalah anak ke-25 dari Ibnu Saud dan menjadi raja untuk menggantikan kakaknya, Raja Abdullah, yang meninggal pada 25 Januari 2015.

Sebelumnya, Raja Salman menjadi Deputi Gubernur Riyadh sebelum akhirnya menjabat sebagai Gubernur Riyadh selama 48 tahun dari 1963 hingga 2011. Pada tahun yang sama, Salman ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan. Kemudian di tahun 2012, Salman dinobatkan sebagai Pangeran Mahkota ketika salah satu saudaranya, Nayef bin Abdul-Aziz al Saud meninggal dunia.

Salman dinobatkan sebagai Raja Arab saudi ketika usianya menginjak 79 tahun. Salman dikenal memiliki pandangan konservatif dan tradisional, sama dengan saudaranya. Sebelumnya salman telah banyak mengurus urusan kerajaan ketika kakaknya menghadapi masalah kesehatan saat memimpin sebagai raja. Setelah memegang kuasa, Salman melakukan reshuffle kabinet pada 30 Januari 2015.

Salman lahir pada tanggal 31 Desember 1935 di Riyadh, Arab Saudi. Bersama keenam saudara laki-lakinya, Salman disebut sebagai Sudayri Seven, yaitu tujuh putra yang lahir dari istri yang paling dicintai oleh Abdulaziz bin al-Saud, Hussa binti Ahmad Sudayri.


gomuslim.co.id

berita