30 Januari 2017

Pengadilan Saudi Tolak Kasus Jatuhnya Crane

Pengadilan Arab Saudi telah menolak tuntutan yang dituduhkan terhadap 13 terdakwa terkait jatuhnya crane 2015 lalu yang menewaskan ratusan peziarah di situs suci kaum muslimin tersebut. Demikin Saudi Gazette (27/1) melansir.

Ke 13 terdakwa itu terdiri dari beberapa negara, yakni dari Arab Saudi sendiri, dan yang lainnya dari Pakistan, Filipina, Kanada, dan termasuk dari beberapa negara sekitar Arab.

Setelah 5 bulan berlangsung proses penyelidikan, pada Kamis (26/1) pengadilan pidana Mekkah mengatakan bahwa pihaknya tidak menemukan dan memiliki cukup bukti-bukti hukum (yurisdiksi). Untuk itu kasus ini (pelanggaran kemanan) tak bisa diteruskan.

Peristiwa yang terjadi pada September 2015 itu menyebabkan banyak korban, setidaknya ada109 orang tewas, termasuk peziarah asing, dan lebih dari 209 terluka.

Sebab kejadian itulah Raja Salman menangguhkan perusahaan pemenang tender (Binladin) selama beberapa bulan dari kontrak pembangunannya.

Setelah itu mereka (Binladin) didakwa karena “kelalaian yang menyebabkan kematian, merusak properti publik dan mengabaikan pedoman keselamatan”.

Tapi kemudian Hakim Abdulaziz Hamoud Al-Tuairki telah menolak permohonan karena tak cukup bukti. Namun bila keberatan dengan keputusan tersebut, mereka diminta untuk mengajukan banding.


Kabarumrahhaji.com

berita