31 Januari 2017

Netizen Ramai Bicarakan Lantai Masjidil Haram yang Dingin Walau Udara Panas

Siapa pun yang pernah melakukan ibadah haji atau umrah hampir seluruhnya pernah thawaf di Masjidil Haram. Bila thawaf dilakukan di siang hari, lantai Masjidil Haram tetap terasa dingin. Hal ini kembali ramai dibicarakan netizen sebagaimana diberitakan Alarabiya pada Ahad (29/01) tahun ini. Hingga berita ini diturunkan, jumlah netizen yang men-share berita ini mencapai 283, dan 10 ribu like. Sementara itu, pengunjung situs Alarabiya mengenai berita ini mencapai 38.121 klik.

Perwakilan Pimpinan Umum Urusan Haramain menyampaikan bahwa lantai marmer yang digunakan di tanah suci menggunakan marmer Thasos. Marmer yang didatangkan dari pegunungan Yunani ini memang jarang ditemukan. Karena itu, marmer ini hanya dikhususkan untuk Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

 

Selain itu, Mohammed Samkari, salah arsitektur yang kini menjadi pejabat di Kementerian Keuangan Kerajaan Arab Saudi, menjelaskan bahwa marmer yang digunakan di sekeliling Masjidil Haram terdapat tiga jenis, yaitu marmer alami, granit, dan marmer Thasos. Menurutnya, Marmer jenis ini dapat menyerap kelembaban di malam hari dan mempertahankan suhu yang sejuk di siang hari sekalipun panas menyengat.

 

Senada dengan pernyataan Samkari, arsitektur asal Mesir Mohammed Kamal Ismail membenarkan bahwa marmer jenis Thasos dapat berfungsi mendinginkan udara di sekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi karena kelebihannya yang dapat menyerap kelembaban di malam hari tersebut.

 

Arsitek yang pernah mendesain proyek perluasan Masjidil Haram ini menegaskan bahwa marmer jenis Thasos ini hanya ditemukan di Yunani. Menurut pria yang kini berusia 90 tahun ini, membantah bahwa udara dingin dan sejuk itu akibat dari pipa pendingin atau Air Conditioner yang berada di bawah marmer tersebut. Menurutnya, informasi tersebut tidak berdasarkan data yang benar.

Tidak hanya itu, arsitek asal Mesir yang pernah menangani perluasan tanah suci Mekah dan Madinah era Raja Fahd ini, menuturkan bahwa lantai yang biasa dipakai di setiap bangun hanya berukuran 1 sentimeter. Namun demikian, marmer Thasos ketebalannya mencapai 5 sentimeter. Sejak perluasan Masjidil Haram pada tahun 2013 lalu, marmer Thasos tidak hanya digunakan di sekeliling Baitullah saja, namun diperluas hingga seluruh kompleks Masjidil Haram.


gomuslim.co.id

berita