06 Februari 2017

Direktur PT Hikmah Perdana Tour & Travel Muhammad Rocky Masyhur: Bukan Profit Semata, Dirikan Perusahaan Travel untuk Tingkatkan Iman dan Takwa

Setiap tahun, umat Islam di Indonesia yang melakukan perjalanan ibadah Umrah terus meningkat. Hal ini lantaran panjangnya antrian mendapatkan kursi untuk perjalanan ibadah Haji. Banyak masyarakat melaksanakan Umrah sebagai alternatif. Apalagi Indonesia merupakan Negara muslim terbesar di dunia.

Tingginya minat masyarakat Indonesia untuk perjalanan ibadah ini, membuat biro perjalanan Haji dan Umrah semakin menjamur. Kehadiran travel umrah yang menyediakan berbagai fasilitas ini semakin memudahkan jamaah untuk lebih fokus dalam beribadah di Masjidil Haram di Mekkah dan Madinah.

Namanya Muhammad Rocky Masyhur, Direktur PT Hikmah Perdana Tour & Travel. Sebuah perusahaan perjalanan Haji dan Umrah ternama di Indonesia yang tergabung dalam Maktour Group. Kepada gomuslim, dia bercerita tentang perjalanannya menunggangi biro perjalanan wisata yang telah dimulainya sejak tahun 1980-an.

Saat itu, dia melihat bahwa sangat banyak masyarakat yang ingin berpergian untuk ibadah ke Tanah Suci. “Disitulah saya amati bahwa ini bahwa prospeknya kedepan akan bagus. Maksudnya bagus, kalau umat Islam ekonominya sudah baik, tentu tidak lain mereka ingin pergi beribadah naik haji. Dengan perkembangan ekonomi yang begitu bagus, masyarakat akan berbondong-bondong pergi haji dan umrah,” ujar pria kelahiran Surabaya, 15 November 1955 ini.

  Menurutnya, populasi muslim di kota waktu itu belum sebanyak seperti sekarang. Dia beranggapan bahwa kalau muslim semakin banyak, tentu kebutuhan untuk berangkat Haji dan Umrah pun akan semakin besar. “Peluang itulah yang menjadi amatan kami pada waktu itu, semakin banyak berarti semakin terbatas,” kata Muhammad.

Tidak Hanya dari Kacamata Profit

Namun, dalam pandangannya, peluang besar itu tidak hanya dalam kacamata profit saja. Lebih dari itu, melalui kiprahnya dalam biro perjalanan, dia ingin mengajak masyarakat untuk semakin mendalami ilmu agama. Ia juga tidak risau jika travel umrah semakin banyak. Menurutnya, semakin banyak justru semakin bagus, karena hal demikian logis sebagaimana dalam hukum ekonomi.

“Ya tidak masalah. Tapi yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat ini tidak hanya sekedar berziarah. Mereka harus mendapatkan ilmu dan kedalaman agama. Maka, bimbingan kepada jamaah tidak hanya saat mulai dari berangkat saja, tapi juga harus dilakukan ketika pulang ke Tanah Air,” ujar ayah empat anak ini.

Pembinaan agama, lanjut dia, menjadi penting bagi setiap jamaah yang berangkat. Menurutnya, masyarakat ini yang harus benar-benar dibina agar ibadah Haji atau Umrahnya tidak sia-sia. “Bukan sebagai syarat untuk berpergian saja, ini yang kita harapkan. Jamaah ini betul-betul mendapat pembinaan yang baik supaya keimanan dan ketakwaan jamaah pun meningkat,” tegasnya.

Untuk itu, dalam biro perjalanan Haji dan Umrah yang dipimpinnya selalu mengedepankan service terbaik, khususnya mendorong jamaah untuk lebih giat ibadah. Ia mengatakan bahwa Perdana Tour sendiri sangat memperhatikan kualitas dan keunggulan produk yang ditawarkan kepada masyarakat.

“Apa yang kita tawarkan harus sesuai, tidak boleh bicara setaraf. Keunggulan produk kami adalah kepastian. Baik itu kepastian pemberangkatan, fasilitas dan lainnya. Kami juga menyediakan penginapan yang dekat dengan Masjidil Haram, maksudnya supaya jamaah lebih rajin untuk beribadah karena mudah dijangkau,” tambah anggota dewan kehormatan AMPHURI ini.

Disinggung mengenai anak perusahaan dari Maktour Group, Muhammad mengungkapkan bahwa hal tersebut merupakan permintaan dari masyarakat. Ia mengaku pihaknya mencoba mengakomodir kelas-kelas menengah dari masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan terbaik.

“Karena tingkat ekonomi masyarakat itu kan berbeda-beda. Jadi kami mencoba untuk merangkul semuanya termasuk dari kalangan menengah. Kan banyak orang ingin pergi dengan harga yang lebih terjangkau, tapi tetap mendapatkan service yang baik. Dan Alhamdulillah banyak masyarakat yang berminat menggunakan jasa kami,” ucap Muhammad.

Di sisi lain, kata dia, meski peminat jamaah Umrah semakin banyak, pemerintah Indonesia tetap harus lebih hati-hati dan menjaga pelayanan. “Jangan sampai banyaknya minat masyarakat terhadap ibadah haji umrah ini ada hal-hal yang bisa merusak atau yang tidak diinginkan. Misalnya ada banyak orang yang tidak bisa diberangkatkan. Ini harus jadi perhatian pemerintah juga. Saya berharap kedepan semuanya bisa lebih professional untuk permasalahan ini,” ujar anak pertama dari tiga bersaudara ini.

Adapun terkait wisata halal Indonesia, Muhammad sendiri mengaku sangat mendukung program baik tersebut. Meski secara khusus produk belum ada, namun ia mengatakan bahwa program wisata halal ini merupakan tanggungjawab bersama kepada masyarakat dalam pelayanan. “Saya kira ke depan program wisata halal ini harus terus kita kembangkan. Misalnya dengan penyediaan makanan halal dan hotel syariah. Ini perlu dikembangkan karena ini juga peluang,” pungkasnya.

gomuslim.co.id

 

berita