13 Februari 2017

Inilah Pusat Perbelanjaan Pertama di Inggris yang Resmi Menjual Hijab

Tren busana Muslim mulai menjamur di berbagai mancanegara. Brand ternama dan departemen store mulai memperkenalkan busana Muslim modesty (red. sopan) kepada para pelanggannya.

Hal serupa juga sedang digarap oleh Debenham menjadi department store pertama di Inggris yang resmi menjual hijab, sebagai bagian dari koleksi baru busana Muslim. Jaringan Debenham akan memperkenalkan produk hijab di cabang Oxford Street, sebelum diluncurkan di Bullring di Birmingham, Westfield di Shepherd’s Bush, Trafford Centre di Manchester, dan toko-toko di Highcross Shopping Centre di Leicester.

"Menambahkan produk mode berkualitas tinggi untuk toko kami, memungkinkan kami untuk menawarkan koleksi yang sangat relevan, baik di pasar internasional maupun untuk pelanggan domestik kami," ujar Jeanette Whithear, dari Debenham, seperti yang dilansir oleh publikasi The Independent.

Tak hanya hijab, Debenhams juga menyediakan busana Muslim lainnya, termasuk atasan, gamis, jumpsuit, kimono, topi, dan bros hijab. Department Store ini bekerja sama dengan sejumlah merek, salah satunya Aab.

"Ini merupakan langkah baru untuk membuat penawaran produk dengan melayani kebutuhan pelanggan yang lebih luas," paparnya.

Selain itu, brand Aab yang khusus menjual pakaian konservatif, mengaku senang menjual pakaian sederhana namun kontemporer bagi wanita. Aab juga meluncurkan mereknya di jaringan internasional Debenham di Dubai, Kuwait, Arab Saudi, Bahrain, Iran, Indonesia, dan Malaysia.

Pendiri dan Direktur Kreatif di Aab, Nazmin Alim mngatakan bahwa pihaknya telah mendirikan Aab hampir satu dekade lalu yang mendesain ulang busana sederhana, tapi juga melayani kebutuhan pokok pakaian modern sehari-hari.

“Kemitraan dengan Debenhams membuka beberapa peluang yang sangat menarik bagi kami," pungkas Alim.

Aab adalah merek busana Muslim berbasis di London yang dirilis pada tahun 2007 oleh Nazmin Alim. Mengambil inspirasi dari tren fashion secara global. Merek tersebut telah mengeluarkan beragam pakaian Muslim, seperti abaya, kimono, hijab, dress kemeja berlengan panjang, dan aksesori.

Demikian pula pada langkah Debenhams, yang mendapat banyak tanggapan positif dan negatif. Sejumlah pihak mengatakan penjualan hijab di Inggris pantas dilakukan karena populasi Muslim yang semakin tinggi.

Sebelumnya, pada 2014, department store James Lewis juga pernah menjual hijab khusus untuk seragam sekolah, di cabang London dan Liverpool. Kemudian pada Maret tahun lalu, department store Marks & Spencer juga menyediakan burkini untuk pertama kalinya. Burkini merupakan pakaian renang yang menutupi seluruh tubuh, kecuali wajah, tangan, dan kaki, tanpa mengorbankan gaya.

Busana Muslim saat ini memang sedang berkembang pesat dengan diprediksi akan mencapai lebih dari £200 miliar pada tahun 2020. London juga akan mengadakan pagelaran busana Muslim pertama, London Modest Fashion Week pada bulan Februari ini di Saatchi Gallery. Acara tersebut didukung oleh Haute Elan, ritel elektronik busana Muslim dan akan menampilkan lebih dari 40 merek busana Muslim.

gomuslim.co.id-

berita