16 Februari 2017

Menteri Haji Saudi Dampingi Kunjungan Raja Salman ke Indonesia, Kemenag RI Siap Sodorkan MoU Haji

Kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz Al Saud pada awal maret 2017 mendatang akan disambut sejumlah pihak. Salah satunya adalah Kementerian Agama (Kemenag). Kehadiran tamu Negara itu menjadi kesempatan sendiri bagi Kemenag untuk menawarkan berbagai kerjasama.

Baru-baru ini, Kementerian Agama sedang mempersiapkan draft Nota Kesepahaman (MoU) terkait penyelenggaraan haji. MoU ini rencananya akan dibahas bersama dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi yang dijadwalkan akan datang ke Indonesia dalam waktu dekat ini mendampingi kunjungan Khadimul Haramain, Raja Salman.

Pembahasan draft MoU ini dilakukan jajaran Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah beserta Kepala Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri, serta dipimpin langsung oleh Menag Lukman Hakim Saifuddin. Sebagai draft awal, ada kurang lebih 14 item poin pokok yang dibahas dan didiskusikan secara mendalam.

Ke-14 artikel tersebut berisi hal-hal berkenaan dengan penyelenggaraan Haji dan Umrah di Tanah suci, seperti kemungkinan pemasaran produk-produk bahan baku makanan untuk kebutuhan konsumsi, penyembelihan hewan kurban yang sesuai syariah dengan harga terjangkau, perumahan bagi jamaah, serta peningkatan kinerja petugas haji dan lain sebagainya.

Menag berharap draft MoU ini dapat diselesaikan secepatnya, untuk kemudian dikomunikasikan dengan beberapa kementerian terkait, seperti Kemenlu dan lain sebagainya. Draft MoU yang sudah final ini nantinya akan dibahas bersama dengan draft yang juga disiapkan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

"Nanti kita kirim sesuai prosedur yang ada, biar mereka pelajari dulu. Jika dirasa kurang, biar mereka tambahi, atau jika kelebihan, biar mereka kurangi. Kita juga sedang menunggu draft MoU dari sana, untuk kita pelajari dan padukan," terang Menag di Kantor Kemenag Jl MH Thamrin, Jakarta, Selasa (14/02).

Menag berharap draft yang ada mudah dipahami dan tidak multi tafsir, biar mudah dan jelas implementasinya. "Semoga draft ini bisa mengikat dua kementerian untuk saling bekerja sama untuk memberikan pelayanan yang lebih baik lagi bagi jamaah haji, khususnya jamaah haji kita," ucap Menag.

Sebelumnya, Menag mengatakan bahwa Raja Salman akan melakukan beberapa kegiatan bilateral dengan Presiden Joko Widodo dan pejabat negara lainnya. “Rencananya tanggal 1 hingga 9 Maret, ada beberapa agenda pertemuan," ujar Lukman.

Agenda tersebut saat ini masih dimatangkan bersama Kementerian Luar Negeri. Lukman mengatakan, kemungkinan Raja Salman akan membawa delegasi dalam jumlah besar. "Karena juga menyertai jumlah rombongan parlemen yang ada di sana, sejumlah tokoh penting, tidak hanya dalam pemerintahan," kata Lukman.

Pertemuan bilateral antara Presiden Jokowi dan Raja Salman pada Maret mendatang, bukan pertama kali dilakukan di era Presiden Jokowi. Pada September 2015, Jokowi menemui Raja Salman di Arab Saudi dan melobi agar kuota haji Indonesia ditambah. Pada Januari 2017, Arab Saudi menambah kuota 10.000 orang. Selain itu, pemerintah Arab Saudi juga menormalisasi kuota sebelum dikurangi, yakni 211.000 orang. (njs/dbs)

berita