16 Februari 2017

Hilang Sejak Tragedi Mina 1990, Kini Wanita Asal Turki Ini Ditemukan di Madinah

Baru-baru ini, salah satu kelompok keluarga berkewarganegaraan Turki akhirnya menemukan seorang wanita yang mereka cari sejak 27 tahun silam. Wanita itu adalah ibu mereka yang hilang saat haji tahun 1990. Seperti diketahui, momen haji 1990 terjadi tragedi yang menewaskan 1.426 jemaah haji. Saat itu para jemaah haji meninggal akibat saling injak di terowongan Haratul Lisan, Mina.

Wanita hilang yang mengaku bernama Fahir ini menceritakan bahwa dirinya terpaksa tetap tinggal di Arab Saudi selama 27 tahun ini. Akhirnya anak-anak Fahir di Turki mendapatkan berita ibu mereka melalui cerita para jemaah haji Turki yang mengunjungi Masjid Nabawi. Pasalnya, Fahir kini berprofesi sebagai pedagang suvenir yang diperdagangkan pada pengunjung Masjid Nabawi. Fahir mengaku dipaksa tinggal bersama pria berkewarganegaraan Yaman yang kini menjadi suaminya. Sebab pernikahannya dengan pria Yaman itu, kini Fahir dikaruniai 3 orang anak.

Keluarga Fahir yang berada di Turki meminta tolong pada salah satu jurnalis Turki yang bekerja di lembaga swadaya masyarakat untuk memastikan apakah wanita yang berprofesi sebagai pedagang itu benar-benar ibu mereka yang hilang saat musim haji 1990 itu. Setelah mengunjungi Madinah, jurnalis itu memastikan bahwa wanita yang sering diceritakan jemaah haji Turki itu adalah Fahir yang selama 27 tahun ini dicari. Namun demikian, Fahir kini merasa sulit kembali ke Turki lantaran dirinya akan berpisah dengan tiga anaknya yang kini berada di Madinah.

Jurnalis Turki itu menceritakan bahwa Fahir dan suaminya termasuk korban luka serius saat tragedi Mina 1990. Abdullah, suami Fahir, mendapatkan perawatan di rumah sakit setempat. Setelah membaik, Abdullah mulai mencari keberadaan istrinya di beberapa rumah sakit dan kamar mayat. Namun upaya Abdullah itu tidak membuahkan hasil dan dirinya kembali ke Turki tanpa membawa istrinya.

Diceritakan bahwa petugas kebersihan asal Yaman menemukan Fahir masih bernafas di antara beberapa korban Mina saat itu. Petugas kebersihan itu membawa Fahir ke rumah sakit terdekat di Mekah. Setelah membaik, petugas itu pun memboyong Fahir pindah ke Madinah untuk dinikahinya.

Selama 6 tahun, Fahir hanya menjadi ibu rumah tangga hingga memiliki tiga orang anak. Namun setelah itu, suami Fahir yang berprofesi sebagai petugas kebersihan itu membolehkannya berdagang. Kini Pemerintah Turki dan Arab Saudi sedang mendiskusikan solusi tebaik untuk Fahir agar dapat kembali ke Turki tanpa dampak buruk terhadap keluarganya di Arab Saudi.


gomuslim.co.id

berita