20 Februari 2017

2,5 juta warga Saudi akan dapat bantuan langsung tunai

Reformasi ekonomi ditetapkan pemeritah Arab Saudi berakibat pada pengurangan subsidi di sektor air dan energi. Negara Kabah ini tidak ingin lagi memanjakan warga negaranya lantaran pendapatan negara berkurang, akibat melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014.

Reformasi ekonomi bertajuk Visi Arab Saudi 2030 itu bakal mendorong pihak swasta lebih banyak terlibat dalam pembangunan negara. Pemerintah juga mendorong warganya untuk bekerja di sektor swasta.

Liberalisasi ekonomi tersebut berakiba naiknya harga barang dan jasa. Karena itu, Riyadh telah menyiapkan skema bantuan langsung tunai bagi warga negara terkena dampak besar dari kenaikan harga itu.

Menurut pengawas program bantuan langsung tunai Majid al-Usaimi, sejauh ini sudah 2,5 warga Saudi terdaftar sebagai penerima bantuan langsung tunai. Mereka terdiri dari kaum tua renta, janda, yatim piatu, orang tidak mampu bekerja, dan orang cacat 

"Mereka adalah kategori pertama secara otomatis terdaftar untuk program bantuan langsung tunai dan menjadi penerima perdana," kata Usaimi, seperti dilansir surat kabar Al-Madinah.

Program bantuan langsung tunai ini baru akan diluncurkan, namun belum diketahui berapa jumlah fulus diperoleh tiap penerima per bulannya.


ALBALAD.CO

berita