22 Februari 2017

Uni Emirat Arab Akan Bangun Kota Kecil di Planet Mars

Kemajuan teknologi memacu keingintahuan manusia menjamah tempat-tempat yang belum pernah didatangi sebelumnya. Dengan adanya kemajuan tersebut manusia mulai berpikir untuk membuat terobosan baru di masa depan.

Keinginan untuk menjamah ke planet lain menjadi teka teki manusia untuk mencari tahu keadaan di planet tersebut. Hal itu yang mendorong Uni Emirat Arab (UEA) untuk membangun sebuah “kota kecil” di Planet Merah itu pada tahun 2117 mendatang.

Dalam keterangannya di media sosial twitter, Perdana Menteri Uni Emirat Arab Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum menjelaskan rencana UEA akan membuat proyek yang dinamai 'Mars 2117'.

Pihaknya ingin mengintegrasikan visi untuk menciptakan sebuah kota kecil dan komunitas di planet Mars yang melibatkan kerjasama internasional.

Dia mengaku proyek ‘Mars 2117’ adalah benih yang ditabur saat ini, dan akan dituai pada generasi mendatang. “Proyek ini dilandasi oleh semangat sains dan memajukan pengetahuan manusia. ‘Mars 2117’ masuk dalam ilmu alam yang menjadi fokus dalam universitas kami. Kami sedang membangun ruang untuk merintis minat di kalangan anak muda kami," pungkasnya. 

Kendati demikian, UEA memiliki peluang besar untuk membangun sebuah kota yang benar-benar berfungsi penuh di Mars pada 100 tahun mendatang, namun harus ada upaya multi generasi yang akan mengembangkan dalam beberapa dekade. Mengingat keadaan ini merupakan hal yang baru dalam program ruang angkasa dan serta membutuhkan kemampuan global dengan baik, seperti yang dilansir dari publikasi Mashable.

"Program Mars 2117 akan mengembangkan tim Emirat dan tim ilmuwan internasional untuk mendorong eksplorasi manusia Mars di tahun mendatang," kata Sheikh.

Karena itu, saat ini hingga 2117 mendatang UEA bersama kemitraan ilmuan internasional mulai meneliti moda transportasi tercepat menuju Planet Merah. Mereka juga harus mencari tahu bagaimana makanan dan tempat tinggal yang pas untuk suhu dingin, ataupun tanah kering. 

Dua tahun yang lalu negeri penghasil minyak terbesar itu pernah menyampaikan aspirasinya kepada dunia mengenai rencana mereka untuk mengirim misi robot ke Mars. Pesawat ruang angkasa bernama Hope direncanakan akan terbang ke Mars pada 2020 dan mengorbit pada 2021.

Awalnya SpaceX milik Musk juga pernah berencana untuk menciptakan kota di Mars, meskipun rangkaian waktu realisasi perusahaan komersial ini tidak begitu jelas. Musk mengklaim bahwa SpaceX sedang bekerja dalam rangka berencana mengirim orang pertama ke Planet Mars di 2024, sekitar sepuluh tahun sebelum NASA juga diharapkan dapat mengirim pesawat berawak mereka di Mars. 

Pihaknya mengatakan tak akan banyak orang yang akan meninggalkan bumi. Bahkan ia mengira jumlah manusia yang pergi relatif sedikit. Tapi kemungkinan mereka cukup untuk pergi, dan memungkinan perjalanan ini terjadi.

Namun, tak bisa dipungkiri baik SpaceX atau UEA tidak dapat melakukan perjalanan ke Mars sendiri. Keduanya memerlukan bantuan internasional dan partner pribadi untuk membantu pembangunan kota Mars. Pihaknya menyatakan telah terbuka untuk membangun kemitraan publik dan swasta.

Saat ini masih tahap perencanaan antara UEA atau perusahaan privat yang akan bekerjasama demi memenuhi ambisi mereka membangun kota kecil di Mars.


gomuslim.co.id

berita