22 Februari 2017

Raja Salman akan salat Jumat di Istiqlal

Dalam kunjungan kenegaraan ke Indonesia selama 1-9 Maret, Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz bakal melaksanakan salat Jumat di Istiqlal, masjid terbesar di Asia Tenggara

"Dia dijadwalkan salat Jumat di Istiqlal," kata sumber Albalad.co, mengetahui detail rencana lawatan Raja Salman, beberapa hari lalu. Selepas itu, dia menambahkan, penguasa negara Kabah itu akan terbang ke Bali untuk berlibur.

Sumber itu bilang Jumat pagi sebelum salat Jumat di Istiqlal, Raja Salman diagendakan bertemu sejumlah organisasi massa Islam. Namun dia mengaku belum mengetahui lokasi pertemuan dan siapa saja bakal hadir.

Sebanyak 25 pangeran akan ikut dalam kunjungan kenegaraan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz ke Indonesia. Ini sekaligus membalas lawatan dilakoni Presiden Joko Widodo ke negara Kabah itu pada September 2015.

"Kurang lebih ada 1.500 orang, 10 menteri, dan 25 pangeran," kata Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung kemarin kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta. 

Namun Pramono tidak menjelaskan apakah Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Nayif atau Wakil Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman, juga anak raja, bakal ikut dalam rombongan. Namun berkaca dari beberapa lawatan ke luar negeri, termasuk ke Amerika Serikat akhir tahun lalu, Raja Salman didampingi oleh Pangeran Muhammad bin Salman.

Pramono juga tidak memberitahu kenapa jumlah rombongan penguasa negara Kabah itu membengkak menjadi 1.500 orang. Dalam pertemuan dengan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah sebelumnya, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Usamah Muhammad asy-Syuaibi memberitahu rombongan Raja Salman akan berjumlah 800 orang.

Dia bilang dalam kunjungan istimewa ini Joko Widodo akan memberikan bintang kehormatan tertinggi kepada Raja Salman, hal serupa diterima Joko Widodo saat ke Saudi. Bahkan, tambah Pramono, Presiden juga akan menjemput Raja Salman di pintu pesawat.

Pramono menuturkan juga bakal ada penandatanganan proyek kilang di Cilacap dengan Saudi Aramco senilai US$ 6 miliar dan kesepakatan lainnya sebesar US$ 1 miliar.

"Kita targetkan ada investasi mencapai US$ 25 miliar dari Arab Saudi," ujar Pramono.


ALBALAD.CO

berita