01 Maret 2017

SEJARAH PANJANG SAUDI - INDONESIA

Hubungan Bani Saud sebagai Pemegang kunci Tanah Suci dengan Muslimin di nusantara sudah merentang sejak sebelum kedua Negara berdiri.

Dalam Perjalanannya, hubungan tersebut mengalami pasang surut Berikut senari hubungan tersebut :

Pada Tahun 1924

Ribuan Mikimin Makkah dari Hindia Belanda dipulangkan, menyusul perang antara pendiri Arab Saudi Abdul Aziz bin Muhammad Ibn Saud melawan raja Husein

Pada Tahun 1926

Abdul Aziz mengutus putranya Faisal ke Eropa guna mencari tahu soal penjajahan Belanda terhadap Muslimin di Hindia Belanda.

Pada Tahun 1928

Orgnisasi Majlis Syuro Indonesia berdiri di Mekkah dan menjadi cikal bakal pergerakan nasionalisme Indonesia di kalangan umat Islam

Pada Tahun 1931

Di bawah penguasaan Abdul Aziz mukimin asal Nusantara di Jeddah dan Makkah mulai dikelompokkan sesuai profesi.

Pada Tahun 1932

Negara Kerajaan Arab Saudi resmi dibentuk dengan Abdul Aziz sebagai raja pertama.

Pada Tahun 1945

Proklamator Sukarno dan Mohammad Hata mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia

Pada Tahun 1946

Arab Saudi bersama Negara-negara lain di Liga Arab mengakui kemerdekaan Indonesia Raja Abdul Aziz dikisahkan mengumumkan kemerdekaan tersebut pada jamaah haji tahun itu

Pada Tahun  1948

Kerajaan Arab Saudi membuka perwakilan khusus di Jakarta

Pada Tahun 1955

Republik Indonesia dan Arab Saudi saling mendirikan kedutaan besar di ibu kota masing masing Negara.

Pada tahun 1960

Presiden Sukarno melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci tapi tidak menghasilkan kesepakatan strategis

Menyusul persepsi condongnya RI ke blok kiri Raja Faisal yang menggantikan Abdul Aziz sempat tidak mengirim duta besar untuk Indonesia begitu juga sebaliknya

Pada Tahun 1971

Sebagai penanda pemulihan hubungan Raja Faisal mengunjungi Indonesia dan disambut Persiden Soeharto Kunjungan itu menghasilkan kesepakatan di bidang ekonomi serta pendidikan dan kebudayaan juga pembelaan terhadap Palestina

Pada Tahun 1991

Prsiden Soeharto menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci , Ia diberikan nama “Muhammad” oleh Fahd bin Abdul Aziz pengganti raja Faisal yang mangkat dibunuh pada 1975

Pada Tahun 2000

Presiden Abdurrahman wahid mengunjungi Raja Fahad di Arab Saudi guna mengajak berinvestasi di Indonesia

Pada Tahun 2011

Presiden Susilo Bambamng Yudhoyono (SBY) memberlakukan moratorium pengiriman TKI ke Arab Saudi menyusul perlakuan buruk yang terus dialami para pekerja

Pada Tahun 2013

Presiden SBY mengunjungi Arab Saudi guna mengajak pengusaha dari Negara itu berinvestasi di Indonesia

Pada Tahun 2014

Menyusul kesediaan Arab Saudi menyusun regulasi perlindungan TKI moratorium pengiriman TKI kemudian dicabut

Pada Tahun 2015

Presiden Joko Widodo menyambangi Arab Saudi . Ia mendapatkan kesepakatan penambahan Kuota haji dan prospek kerja sama perekonomian di berbagai bidang


RIPUBLIKA

berita