11 Maret 2017

Peneliti Binghamton University: Gerakan Shalat Kaya Akan Sejuta Manfaat Kesehatan

Gerakan shalat rukuk, dan bersujud dengan menempatkan dahi ke tanah, ke arah kota suci Mekkah, Arab Saudi. Menjadi bagian dari salah satu dari ritual wajib, dalam hal ini shalat nyatanya memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh dan peneliti membuktikan hal itu. 

Peneliti dari Binghamton University, State University of New York, Mohammad Khasawneh menyatakan gerakan fisik yang kompleks dalam shalat dapat mengurangi nyeri punggung bagian bawah, tentu jika shalat dilakukan secara teratur dan benar.

"Gerakan shalat mirip dengan yoga atau latihan intervensi terapi fisik yang digunakan untuk mengobati nyeri punggung," tukasnya.

Khasawneh yang juga profesor dan Ketua Ilmu Sistem dan Teknik Industri di Binghamton University menjelaskan jika kesehatan fisik dipengaruhi oleh faktor sosial-ekonomi, gaya hidup, dan agama. Selain itu, penelitian menunjukkan ada hubungan yang kuat antara ibadah dan kewaspadaan mempertahankan gaya hidup sehat secara fisik.

"Doa dan ibadah dapat menghilangkan stres fisik dan kecemasan. Sedangkan ada juga penelitian yang menunjukkan ritual doa dapat dianggap sebagai pengobatan klinis efektif disfungsi neuromusculoskeletal," ujarnya dalam publikasi eurekalert.

Saat proses penemuan, peneliti menganalisis gerakan digital yang dihasilkan komputer dari para partisipan, yakni pria-pria dan wanita sehat asal India, Asia, dan Amerika, serta mereka yang menderita nyeri punggung bawah.

Adapun temuan tersebut menunjukkan posisi membungkuk adalah gerakan yang paling menyebabkan tekanan pada punggung bawah. Namun untuk individu yang mengalami nyeri punggung bawah, gerakan yang melibatkan lutut dan bagian punggung itu justru dapat mengurangi rasa sakit. Kondisi ini berdasarkan bentuk tubuh masing-masing individu.

"Gerakan ini dapat (dengan aman) dianggap sebagai pengobatan klinis untuk nyeri punggung bawah, karena membutuhkan gerakan yang berbeda secara teratur," tambah Khasawneh. 

Sedangkan bagi mereka yang mengalami nyeri punggung, menjaga postur gerakan dalam shalat mungkin merupakan hal sulit. Namun, dalam Islam, jika individu tidak dapat berdiri, mereka diizinkan salat dalam kondisi duduk atau berbaring.

Kemudian jika mereka mampu berdiri, mereka harus menjaga postur yang benar sebanyak yang mereka bisa. "Posisi yang melibatkan lutut atau sujud, mampu meningkatkan elastisitas sendi, sehingga direkomendasikan menghabiskan lebih banyak waktu pada posisi itu," jelasnya.

Dalam penelitian ditemukan pula dengan adanya gerakan yang salah dalam shalat justru dapat meningkatkan rasa sakit. Tim peneliti menyarankan perlu adanya studi lebih lanjut untuk meneliti individu yang mengalami keterbatasan fisik.


gomuslim.co.id

berita