16 Maret 2017

Untuk Keamanan Jemaah Haji dan Umrah, Syekh Abdurrahman Sudais Perkuat Peran Pasukan Khusus

Direktur Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Syekh Doktor Abdurrahman Sudais menyambut kedatangan Komandan Pasukan Khusus untuk Keamanan Haji dan Umrah, Doktor Abdullah bin Naseer Al-Ghafis di kantornya pada Selasa (14/03) seperti dilansir Daralakhbar.

Dalam pertemuan tersebut, pria yang lahir pada 1382 hijriah ini, mendiskusikan penguatan kerjasama antara jajaran yang dipimpinnya dengan Pasukan Khusus untuk Keamanan Haji dan Umrah dalam menangani keamanan dan mempermudah para jemaah umrah.

“Saya harap kerjasama antara dua lembaga ini dapat membuat para jemaah umrah merasakan kemudahan dan keamanan yang terjamin,” ungkap Imam Masjidil Haram yang pernah berkunjung ke Indonesia pada 2014 silam.

Di samping melakukan tugas keamanan, Pasukan Khusus untuk Keamanan Haji dan Umrah juga melakukan tugas kemanusiaan. Mereka mengatur pergerakan arus jemaah antara gerbang 87 di sisi barat Masjidil Haram dan gerbang 32 di sebelah utara sebelum dan sesudah setiap masa salat. Selain itu, mereka juga dibekali bahasa asing untuk mempermudah komunikasi dengan berbagai jemaah yang datang dari Mancanegara.

Menurut pria yang hafal Alquran sejak usia 12 tahun ini, pembahasan persiapan keamanan umrah bersama Al-Ghafis penting dilakukan mengingat beberapa bulan kedepan biasanya dipilih sebagian umat muslim untuk melaksanakan ibadah umrah, terlebih pada bulan Ramadhan.

Lembaga Statistik Arab Saudi mencatat, jemaah umrah yang beribadah pada bulan Ramadhan 2015 mencapai 25 juta jiwa, termasuk penduduk Saudi asli dan umat muslim dari Mancanegara. Sementara itu, pada Ramadhan 2016 jumlah jemaah umrah meningkat hingga 33,6 juta jiwa.

Sesuai undang-undang yang berlaku di Pemerintahan Arab Saudi, ibadah umrah dapat dilakukan sejak bulan Safar hingga pertengahan bulan Syawal. Namun demikian, sebagian negara memberlakukan umrah hanya pada bulan tertentu, seperti Mesir yang baru-baru ini memberlakukan umrah hanya pada bulan Rajab, Sya’ban, dan Ramadhan.

Untuk diketahui, sejak musim umrah 1436 hingga 1437, jumlah jemaah umrah yang berasal dari Mesir selalu menempati peringkat pertama di antara 251 negara  lainnya. Pada 1436, jumlah jemaah Mesir mencapai 1.081.000 jiwa. Sementara itu, pada musim umrah 1437 jumlah jemaah Mesir mencapai 1.275.758 disusul Pakistan, Indonesia, India, Turki, Yordania, Al-Jazair, Malaysia, Irak, Inggris, dan beberapa negara lainnya, seperti dilaporkan Alarabiya.


gomuslim.co.id

berita