12 Mei 2017

Salinan Alquran dengan Tulisan Tangan Tertua Ditemukan di Negeri Tirai Bambu

Sebuah salinan Alquran tulisan tangan tertua edisi reproduksi dipublikasikan oleh Ethnic Publishing House dalam kantor berita resmi pemerintah China.

Kitab suci yang disalin dari tulisan tangan asli tersusun dari 870 halaman dengan berat 12,5 kilogram. Namun kitab suci umat Islam itu hanya untuk tujuan penelitian sehingga masyarakat umum tidak bisa membelinya, seperti dilansir dari publikasi Xinhua 

Bentuk aslinya ditulis selama masa setelah abad ke-11 sebagaimana hasil riset para peneliti dari Peking University.

Saat itu nenek moyang suku Salar yang merupakan salah satu kelompok minoritas etnis di China, meninggalkan wilayah Asia Tengah ratusan tahun yang lalu dengan membawa Alquran tulisan tangan dan pada akhirnya menetap di kawasan Sungai Kuning.

Alquran tulisan tangan yang asli ditempatkan di museum di wilayah otonomi Salar Xunhua di barat laut Provinsi Qinghai yang dihuni lebih dari 100 ribu jiwa masyarakat Salar.

Hal itu menjadi bukti nyata sejarah 800 tahun kehidupan kelompok minoritas etnis Salar yang menganut agama Islam. "Edisi fotocopi ini bisa menjadi contoh yang bagus untuk melestarikan kitab suci nenek moyang yang sangat berharga di China," ungkap Deputi Direktur Lembaga Etnik dan Agama Provinsi Qinghai, Ma Wenbiao.

Nenek moyang suku Salar yang merupakan bangsa Samarkandi (bekas wilayah Uni Soviet) mendiami wilayah Dunhua pada masa Dinasti Yuan (1271-1368). Pada awalnya mereka menggunakan bahasa Altaik, cabang bahasa Turki, sebagai bahasa ibu. Setelah sering berkomunikasi dengan suku Han, suku Hui, dan masyarakat Tibet, beberapa kata yang diucapkan suku Salar dipengaruhi oleh bahasa Mandarin dan bahasa Tibet.

Hingga saat ini beberapa anak muda suku Salar sudah bisa bahasa Mandarin. Bahkan semua penduduk suku Salar beragama Islam yang taat pada kitab suci, rajin beribadah dan berziarah. Mayoritas suku tersebut adalah bercocok tanam.

Islam di China telah ada melalui 1.400 tahun. Saat ini, umat Islam adalah signifikan kelompok minoritas di Cina. Muslim Hui yang mayoritas kelompok Muslim di China. Konsentrasi terbesar di Xinjiang, dengan signifikan Uyghur penduduk. Kecil tapi signifikan populasi tinggal di daerah Ningxia, Gansu, dan Qinghai. Berbagai sumber estimasi nomor yang berbeda dari penganut dengan beberapa sumber menunjukkan bahwa 1.5-4% dari total penduduk di China adalah Muslim.


gomuslim.co.id

berita