23 Mei 2017

Instruksi baru selama bulan Ramadhan di Masjidil Haram

Jamaah tidak akan diizinkan untuk shalat non-wajib dalam mataf daerah Ka’abah sampai akhir Ramadan, sesuai dengan instruksi yang dikeluarkan oleh Emir dari Makkah Pangeran Khaled Al-Faisal, yang adalah ketua Komite Haji Pusat dan tidak ada makanan Iftar akan diizinkan di dalam mataf tersebut.

Emir memerintahkan untuk membersihkan wilayah mataaf agar mengizinkan peziarah melakukan tawaf untuk menyelesaikan umrah mereka tanpa hambatan.

Jamaah akan diizinkan untuk sholat lima sholat wajib di dalam mataaf.

Instruksi Emir datang setelah dia melihat laporan bahwa jamaah yang sholat di dalam area mataf menghalangi para jamaah dan pengunjung yang melakukan tawaf.

Sementara itu, mobil tidak akan diizinkan masuk ke area tengah di sekitar Masjidil Haram di Makkah pada bulan Ramadhan, harian Arab Makkah melaporkan pada hari Senin mengutip Direktur Polisi Lalu Lintas di kota suci Kolonel Bassim Al-Badri.

"Langkah ini bertujuan untuk mengurangi kemacetan di daerah dekat Haram dan juga untuk keamanan pejalan kaki," katanya.

Al-Badri mengatakan, departemen lalu lintas telah menetapkan sembilan area parkir dimana kendaraan lokal akan menurunkan penumpang yang akan dibawa ke Masjidil Haram oleh bus antar-jemput.

Beliau mengharapkan dari warga, jamaah Umrah dan pengunjung untuk bekerja sama dengan polisi lalu lintas sehingga bisa mengatur pergerakan lalu lintas dan memastikan akses cepat ke Masjidil Haram.

Tempat parkir lokal adalah: Al-Shuhada, Kudai, Al-Rusaifah, Rabwat Mina, Jalan Pangeran Miteb, Jamrat, Daqam Al-Wabar, Al-Zahir.

berita