12 Agustus 2014

Akibat Travel Bermasalah, Ratusan Jamaah Umrah Telantar

 

Akibat diping-pong travel bermasalah, sebanyak 129 orang calon jamaah umrah telantar karena ketidak jelasan keberangkatan mereka menuju Tanah Suci Makkah.

 

Seharusnya mereka berangkat pada Selasa (24/6) pukul 04.00 WIB, namun tiba-tiba pada pukul 02.00 agen merubah rencana keberangkatan.

 

"Kita dari Senin malam sudah menunggu di Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta buat berangkat jam 04.00 pagi," kata Adam (58 tahun), salah satu jamaah umrah itu, saat ditemui Republika di tempat penampungan sementara, Hotel Mandala, Jl Dr Sitanala, Tangerang, Banten, Rabu ( 25/6).

 

Adam yang berasal dari Bandung, Jawa Barat, mengaku kecewa atas penundaan keberangkatannya. Pasalnya, penundaan ini sudah yang ketiga kalinya.  "Kita kecewa sekali, karena ini adalah pengunduran beberapa kali, dari tanggal 21 Mei, 2 Juni, dan hari ini," katanya.

 

Utin (65), rekan satu rombongannya, juga mengaku kecewa dengan ketidak jelasan keberangkatan umrahnya. Apalagi dia sudah berpamitan dengan keluarga maupun tetangga.

 

"Ya saya sampai saat ini belum menghubungi keluarga kalau enggak jadi. Sudah tiga kali melakukan syukuran di rumah, tapi mau gimana lagi. Kita maklumi saja," kata Utin saat sedang berdialog dengan pihak travel.

 

Dia mengatakan, ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya pembatalan tersebut. Yang pertama adalah masalah tiket yang baru didapat untuk berangkat ke Makkah. Namun, untuk pulang mereka belum dapat tiket. 

 

Lalu yang kedua adalah pada saat menjelang keberangkatan, koordinator mengatakan bahwa adanya pemisahan pesawat antara suami istri. Hal tersebut memberatkan mereka sehingga ditolak. 

 

Selanjutnya ada masalah pelayanan visa terhadap beberapa orang yang belum selesai. "Katanya sih lagi ada masalah di Kedutaan Besar Arab Saudi karena (tergangu) pemasangan tiang pancang (proyek MRT, red), sehingga pelayanan visa disetop dari 14-23 Mei 2014," ungkap Utin.

 

Yusuf, jamaah lainnya asal Garut, Jawa Barat, mengaku  diminta menunggu beberapa hari untuk menyelesaikan permasalahan ini. Apabila belum ada kejelasan hingga Jumat lusa, dia akan pulang lagi ke kampung.

 

"Kita diminta nunggu 2-3 hari. Kalau sampai hari Jumat tidak jelas, kami pulang. Jumat itu batas akhir perjalanan umrah reguler. hari berikutnya sudah masuk paket Ramadhan," ujarnya.

 

Dia sendiri merasa dibohongi oleh pihak travel lantaran jadwal yang selalu berubah-ubah. Padahal dia juga sudah berpamitan pada keluarga besar.

 

Menurut pengakuan para jamaah, kekisruhan ini berawal dari terjadinya masalah pada travel induk yang mereka gunakan, yaitu Madani yang bermitra dengan travel Istiqomah yang beralamat di Bandung.

 

Travel Istiqomah, konon, ditipu oleh seorang pengusaha asal Bali yang membuat perusahaan tersebut kehilangan Rp 450 juta. Hal ini membuat Istiqomah melepas pelayanan kepada sub-sub travel agen, yaitu Madani di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur yang men-sub agen lagi pada travel Asmia.

 

REPUBLIKA.CO.ID,TANGERANG --

umrah