27 November 2017

Pemerintah Saudi Larang Jemaah Ambil Gambar di Dua Masjid Suci, Ini Alasannya

Sebuah aturan baru diterapkan oleh Kerajaan Arab Saudi, dalam aturan tersebut Saudi melarang umat Islam dari seluruh dunia untuk mengambil gambar di dua masjid suci, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi beserta serambinya. Aturan tersebut berlaku bagi segala jenis, bentuk, dan sarana apapun.

Peraturan baru ini telah diberitahukan kepada para penanggung jawab urusan haji di negara-negara asal jemaah haji. Menanggapi hal tersebut, Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi, Mohammed Saleh Bin Taher Benten, menerangkan larangan tersebut dikeluarkan karena ada sebagian jemaah haji dan umroh dari berbagai kewarganegaraan menaikkan bendera negara mereka.

“Selain itu mereka juga melakukan pengambiian gambar di dalam koridor Masjidil Haram. Dan ketika ditegur dan dinasehati oleh pihak yang berwenang keamanan Masjdil Haram bahwa mereka melanggar peraturan dan instruksi, sebagian dari mereka berdalih bahwa hal tersebut untuk kenang-kenangan dan tidak tahu bahwa ada instruksi yang melarang pengambilan gambar tersebut," paparnya dalam surat edaran yang diterima Kementerian Agama RI, Kamis (23/11/2017).

Larangan tersebut dikeluarkan untuk menghindari terjadinya pelanggaran peraturan dan undang-undang oleh jemaah haji dan umroh. Selain itu, juga dalam rangka menghormati kesucian dua masjid suci itu dan demi terciptanya suasana ibadah bagi orang-orang yang ada di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

“Apalagi, pengambilan gambar juga akan mengganggu dan memancing perasaan orang-orang yang ada di dua masjid suci itu,” tambah dia.

Menyikapi hal tersebut, Kementerian Haji dan Umrah mengimbau kepada seluruh lembaga negara yang mengurusi haji untuk dapat memberikan penyuluhan kepada jemaah haji dan umroh agar kedepannya tidak melakukan perbuatan seperti mengambil gambar dengan kamera biasa, kamera televisi, kamera video atau Iainnya.

“Jika masih ada yang melakukan perbuatan itu, maka pihak keamanan Saudi berhak untuk menyita film hasil jepretan dan kamera jamaah haji tersebut,” papar keterangan tersebut.

Mohammed Saleh dan pihaknya berharap agar kementerian untuk mematuhi aturan baru tersebut. Melalui surat edaran, Kementerian Luar Negeri Saudi menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan salam hormatnya kepada seluruh perwakilan yang terakreditasi di Kerajaan Arab Saudi.



gomuslim.co.id

berita