01 Februari 2018

Presiden Direktur Maktour: Mari Bersama Atasi Masalah Penyelenggaraan Umrah

Sejumlah persoalan terkait penyelenggaraan ibadah umrah di Tanah Air turut menjadi perhatian masyarakat dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini selayaknya menjadi tanggungjawab bersama baik pemerintah, perusahaan travel ataupun pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan umrah.

Demikian disampaikan Presiden Direktur Maktour, H Fuad Hasan Masyhur saat meluncurkan program layanan penerbangan umrah, Maktour di Hanggar Pesawat GMF Bandara Soekarno Hatta, Rabu (24/01/2018). Ia mengajak semua pihak untuk memberikan solusi terhadap permasalahan terkait penyelenggaraan ibadah ini.

“Setiap bulan kita selalu mendengar ada masyarakat/jemaah yang menjadi korban terlantar atau tidak jadi berangkat. Makanya saya mengajak semua, ayo duduk bersama kita atasi permasalahan ini. Baik dari penegak hukum, pemerintah, maupun perbankan. Janganlah lagi masyarakat dikorbankan,” ujarnya.

Ia menuturkan bahwa perjuangan masyarakat kecil untuk melaksanakan ibadah umrah sangat besar. Mereka dengan susah payah menabung agar berangkat ke Tanah Suci. “Tau-taunya pas sudah dijanjikan malah tidak berangkat. Inilah menimbulkan kekecewaan karena ketidak professionalan penyelenggara itu sendiri,” katanya.

Merespon pesoalan tersebut, Biro Perjalanan Umrah dan Haji Khusus, Maktour menyediakan layanan penerbangan dengan menghadirkan dua pesawat untuk jemaah umrah di Indonesia. Bekerja sama dengan Terra Avia dan Gapura, dua pesawat Boeing 747-400 berkapasitas 501 penumpang ini rencananya mulai beroperasi pada Februari 2018.

“Kita tinggal menunggu izin keluar yaitu terkait schedule (jadwal) dari pemerintah Indonesia dan Saudi. Untuk harga InsyaAllah, semua penerbangan di Indonesia, kami memberikan harga di bawah tetapi dengan pelayanan maksimal. Kami sudah mencoba menghitung, bisa membantu masyarakat. Jadi ini untuk semua, kami bekerjasama untuk mengoperasikan pesawat ini,” paparnya.

Harap Timbal Balik Positif untuk Wisata Indonesia

Fuad menambahkan, dengan adanya layanan ini diharapkan ke depannya dapat memberikan timbal balik yang positif untuk pemerintah. Salah satunya adalah turut mempromosikan pariwisata Indonesia kepada masyarakat Arab Saudi.

“Pemerintah Saudi sekarang terbuka dan masyarakatnya. Ini akan menguntungkan Indonesia jika mampu menambah turis dari sana datang ke Tanah Air. Mereka bisa mengunjungi banyak banyak destinasi wisata Indonesia dengan cost yang rendah. Dan Indonesia bisa bersaing dengan negara tetangga yang sudah mampu mendatangkan satu juta dua ratus wisatawan,” ungkapnya.

Ia menyebutkan bahwa saat inilah momentum atau kesempatan besar untuk mengajak. “Apalagi kemarin Raja Salman begitu senang ada di Indonesia sampai nambah hari, tentunya masyarakatnya ingin mengetahui tentang Indonesia. Inilah juga kami berkewajiban out maupun in bound-nya kita hadirkan dengan biaya low cost tapi full service,” tuturnya. 



gomuslim.co.id

berita