15 Januari 2019

Spanyol, Jembatan Sejarah Islam dan Eropa

Malam tiba di Granada, Badiaa Lafdaili dan Said Jellal meninggalkan tas mereka di hotel dan pergi ke Kota Andalusia untuk menapak tilas peninggalan kejayaan Islam di masa lampau. Pasangan Maroko itu sudah berada di Bin al Madin, untuk berada di salah satu kota wisata aslinya bernama Benalmadena.

"Andalusia adalah tempat kelahiran penyair dan seniman besar Arab," kata Lafdaili, yang juga seorang guru sastra Arab, sebagaimana diberitakanelpais.com, Senin (14/1).

Suaminya, Said Jellal, yang bekerja sebagai pegawai pemerintahan menga takan, ketika berkunjung ke Spanyol, satusa tunya kekurangan negaradi sana adalah su litnya mencari restoran halal.

Laifdaili dan Jellal adalah representasi generasi milenial Muslim dari negara-negara de ngan ekonomi yang tumbuh cepat. Mereka ingin melihat bagian lain dari belahan dunia ini untuk hiburan.

Spanyol dianggap oleh banyak orang sebagai destinasi yang tak boleh dile wat kan karena negara ini merupakan jembatan antara Eropa dan Islam. Sejarahnya telah meninggalkan banyak jejak selama lima abad di bawah kekuasaan pemerintahan Islam.

Orang-orang berpikir bahwa wisata halal adalah setengah bepergian, setengah ibadah, tetapi bukan hanya itu. Muslim ingin melihat hal-hal yang menarik bagi me reka, tetapi tanpa mengorbankan prak tik ke agama an mereka, kata Fazal Barhadeen dari Crescent Rating, lembaga yang memberi peringkat hotel dan restoran sesuai dengan kepatuhan mereka pada ajaran Islam.

Spanyol memiliki potensi wisata halal yang luar biasa, meski ada saja kekurangan yang harus dilengkapi. Satu hal yang men jadi tantangan yang menyulitkan Muslim ketika berwisata ke sana adalah restoran atau hotel yang bersertifikat halal. Jumlah nya masih minim.

Meski begitu, jumlah pengunjung Mus lim ke Spanyol terus bertambah. Ada pe ning katan 85 persen dalam kedatangan turis asal Saudi pada 2013 dibandingkan dengan tahun sebelumnya (42 ribu turis). Sementara jumlah pengunjung Aljazair naik 30 persen untuk periode yang sama.

Kemudian ada 182 ribu orang Turki mendatangi Spanyol. Angka wisatawan kesana meningkat 57 persen.

 Sumber : Republika.co.id

artikel