16 Januari 2019

Negarawan yang Mengagumkan Dunia

Sosok Muhammad SAW yang penuh sikap teladan ini pun menginspirasi dunia. Caranya memerintah dengan penuh pengabdian dan sikapnya sebagai negarawan yang patut dipercaya membuat para tokoh dunia menghormatinya meski mereka bukan Muslim.

 Syafii Antonio dalam bukunya Ensiklopedia Muhammad SAW: The Super Leader Super Manager menuliskan masyarakat Madinah merupakan komunitas yang kompleks dan heterogen. Di kalangan Muslim sendiri ada kaum Muhajirin dan Anshar. Bahkan, tidak sedikit juga yang munafik di bawah pimpinan Abdullah Ibn Ubay Ibn Salul.

Di kalangan non-Muslim ada yang menganut Paganisme, Nasrani, dan Yahudi. Kaum paganismne memiliki rajanya sendiri, yaitu Ka’ab Ibn Ashraf. Yahudi pun bersuku-suku, seperti Bani Nadhir, Bani Quraidzah, dan Bani Qunaiqa. “Dengan piawai Rasulullah SAW menciptakan keharmonisan dari berbagai perbedaan masyarakat di Madinah,” katanya.

Muhammad juga sukses menjalin hubungan diplomasi dengan pemimpin regional Jazirah Arab. Hanya dalam waktu satu dekade, Muhammad bisa mengubah wajah Madinah menjadi sebuah kota yang lebih tertata. Sikap Muhammad yang bisa memimpin umatnya dan menjadi sosok negarawan yang sukses, menuai banyak pujian.

Salah satu bentuk penghargaan dunia tersebut, yakni saat Mahkamah Agung Amerika Serikat (Supreme Court) memberikan pengakuan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai satu dari 18 penggagas hukum terbesar sepanjang sejarah bersama Hammurabi, Julius Caesar, Justianian, dan Charlemagne.

Sistem hukum yang diajarkan Rasulullah SAW juga mencerminkan bahwa hukum Islam itu syumul (menyeluruh), jalb al-mashalih (mengedepankan kemaslahatan), tadarruj (ada unsur penahapan), dan qilatul taklif (tidak memberatkan). “Ia bersifat murunah (moderasi) serta penuh keadilan (al-‘adalah),” katanya.

Pengakuan lain diberikan oleh seorang Nasrani kerturunan Yahudi yang berasal dari Amerika Serikat, Michael H Hart. Dalam bukunya The 100 yang diterbitkan tahun 1978, ia menetapkan Muhammad SAW sebagai tokoh paling berpengaruh di dunia.

Muhammad menduduki peringkat teratas dari semua tokoh berpengaruh lainnya sepanjang masa. “Jatuhnya pilihan saya kepada Nabi Muhammad mungkin mengejutkan dan mungkin jadi tanda tanya sebagian yang lain. Tapi, saya berpegang pada keyakinan saya, dialah satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses luar biasa baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi,” tulisnya dalam kata pengantar di buku tersebut.

Muhammad bukan hanya dikenal sebagai pembawa agama Islam. Ia adalah sosok negarawan yang agung, bisa tampil menjadi hakim yang adil, pemimpin militer yang hebat, juga pejuang kemanusiaan yang sangat gigih.

Muhammad bisa mengantarkan kaumnya yang tertindas menuju ke negeri baru yang kemudian bisa dikembangkan olehnya menjadi negeri yang maju. Bahkan karenanya, kaum Muslim bisa tampil mengalahkan bangsa lainnya. Ia adalah seorang kepala negara yang sangat jenius.

Seorang politikus dan sastrawan Irlandia yang tinggal di Inggris, Bernard Shaw, pun memuji Muhammad. Dilansir dari laman Muslimtimes, Bernard menyatakan jika orang seperti Muhammad diberi wewenang memegang tumpuk pemerintahan secara mutlak di seluruh dunia, pastilah pemerintahannya itu akan berhasil baik dan ia akan memerintah ke jalan kebaikan. “Muhammad bisa memecahkan berbagai problema dengan meyakinkan sertabisa mewujudkan dunia yang penuh kedamaian dan kebahagiaan,” katanya.

Tadinya ia hanya tahu yang dibawa Muhammad adalah agama yang memusuhi Kristen. Namun, setelah ia menelisik lebih dalam pada diri Muhammad, ia justru menemukan kekaguman yang luar biasa terhadap sosoknya. Ia sampai pada kesimpulan Muhammad bukanlah musuh bagi Kristen, namun ia adalah penyelamat dunia. “Dunia ini sangat membutuhkan pemikiran Muhammad,” katanya.

Selain itu, warga Kanada penulis buku Timur dan Tradisinya, Dr Zuwaimer, menyatakan Muhammad termasuk pemimpin terbesar. Menurutnya, Muhammad adalah seorang reformis yang mumpuni, fasih, pemberani, dan pemikir yang agung.

“Tidak boleh kita menyebutnya dengan apa yang bertentangan dengan sifat-sifat ini,” katanya.

Dalam buku Orang-Orang Timur dan Keyakinan-keyakinan Mereka yang ditulis warga Jerman, Bretly Hiler, dijelaskan Muhammad adalah seorang kepala negara dan mempunyai perhatian besar pada kehidupan rakyat dan kebebasannya. Ia menghukum orang-orang yang melakukan pidana sesuai dengan kondisi zamannya dan sesuai dengan situasi kelompok-kelompok yang memusuhinya ketika Muhammad hidup di antara mereka.

“Pada kepribadiaannya ada dua sifat yang paling utama dimiliki oleh jiwa manusia, yaitu keadilan dan kasih sayang,” ujarnya.

Sumber : Republika.co.id

 

artikel