23 Januari 2019

Syarat Syahadat La Ilaha Illa Allah

MAKTOUR.CO.ID, Kalimat La Ilaha Illa Allah atau kalimat tauhid merupakan kalimat yang paling utama setelah Al-Quran, dan kalimat yang paling dicintai Allah. Dan juga yang dengannya Allah mengutus para Nabi dan Rasul, begitupun dengan Nabi Kita Muhammad SAW menyerukan kepada umatnya dengan ucapan : قولوا : لا اله إلا الله تفلحوا.  "Katakanlah La Ilaha Illa Allah maka kalian akan bahagia." (HR. Ahmad No. 15448)

Makna La Ilaha Illa Allah merupakan Nafiyu wa Itsbat. La Ilaha (Nafi) berarti meniadakan seluruh sesembahan, sesembahan yang tidak patut disembah dengan Haq. Illa Allah (Itsbat) berarti menetapkan ibadah hanya untuk Allah semata dan tidak menjadikan sekutu bagi-Nya. Hal inilah yang di sampaikan Allah SWT dalam firman-Nya :

ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِن دُونِهِۦ هُوَ ٱلْبَٰطِلُ

" Yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) Yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah, itulah yang batil" (Q.S.Al Hajj :62)

Syarat-syarat (Sahnya persaksian) La Ilaha Illa Allah, sebagaimana dijelaskan para ulama  agar kesaksian tauhid itu diterima harus memiliki 8 syarat berikut, yakni :

1. Ilmu yang tidak di campuri dengan kejahilan

2. Keyakinan yang tidak di campuri dengan keraguan

3. Ikhlas yang tidak di campuri dengan syirik

4. Kejujuran yang tidak di campuri dengan dusta

5. Cinta yang tidak di campuri dengan kebencian

6. Ketaatan yang tidak di campuri dengan pembangkangan

7. Penerimaan yang tidak di campuri dengan penolakan

8. Pengingkaran terhadap seluruh yang di sembah selain Allah.

Syarat-syarat ini sebagaimana dihimpun para ulama dalam dua bait syair berikut :

علم يقين وإخلاص وصدقك مع

          محبة وانقياد والقبول لها

وزيد ثامنها الكفران منك بما

          سوى الإله من الأشياء قد أُلِها

Artinya : " Ilmu, Keyakinan dan Ikhlas serta kejujuran bersama cinta dan taat serta menerimanya.

Ditambah yang kedelapan pengingkaran terhadap seluruh yang di sembah selain Allah."

Oleh : ust.H.Burhan Ali, Lc.MA.

artikel