09 April 2019

77.000 Calon Jemaah Haji Telah Melakukan Rekam Biometrik

Proses perekaman biometrik terhadap calon jamaah haji (calhaj) musim haji 1440H/2019M terus dikebut di kantor visa facilitation service (VFS) Tasheel yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia. Rekam biometrik wajib dilakukan calhaj sebagai syarat penerbitan visa, sesuai ketentuan yang diterapkan pemerintah Arab Saudi mulai tahun ini. 

Perekaman dilakukan sejak 11 Maret lalu di 34 lokasi kantor layanan VFS Tasheel. “Sampai hari ini, sudah 77.000 jemaah atau sekitar 34% calon jamaah haji yang sudah rekam biometrik,” kata Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama (Kemenag) Muhajirin Yanis di Jakarta, kemarin.

Berdasarkan data terakhir, persentase terbesar yang sudah rekam biometrik adalah calhaj dari Provinsi Jawa Barat, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, dan Sumatera Utara. “Keempat provinsi ini calhaj yang rekam biometrik sudah di atas 50%. Kami tetap upayakan agar proses rekam biometrik ini bisa selesai pada akhir April,” ujarnya.

Kasubdit Dokumentasi Haji Kemenag Nasrullah Jassam menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan VFS Tasheel agar proses rekam biometrik bisa lebih dipercepat lagi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah merelokasi alat dari tempat yang sudah selesai ke wilayah yang belum ada kantor VFS Tasheel. “Gorontalo sudah hampir 100%. 

Kalau sudah selesai, sebagian alatnya akan dipindah ke daerah lain, misalnya ke Papua,” tuturnya. Hasil rekam biometrik yang dilakukan jemaah akan ditindaklanjuti dengan proses penerbitan visa. Nasrullah menambahkan, ada beberapa hal yang perlu disiapkan untuk memproses visa jamaah. 

“Selain hasil rekam biometrik, untuk penerbitan visa, diperlukan paspor jamaah, bukti telah suntik vaksin meningitis, serta lembar bukti pelunasan biaya haji. Sampai saat ini lebih dari 185.000 paspor calon jamaah haji sudah siap,” tuturnya. Nasrullah memastikan proses penerbitan visa sudah mulai bisa dilakukan akhir April sehingga diperkirakan sudah banyak yang siap hingga awal pemberangkatan haji pada awal Juli mendatang.

Pelunasan BPIH

Pada tahap I pembayaran yang dibuka sejak 19 Maret lalu hingga 6 April kemarin, tercatat 164.577 calhaj sudah melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1440H/2019M 2019. “Jumlah yang sudah melunasi tersebut sekitar 80,68%,” ungkap Muhajirin Yanis. Persentase pelunasan di setiap provinsi rata-rata di atas 70%. 

Ada lima belas provinsi yang prosentase pelunasannya sudah di atas 80%. Bangka Belitung menduduki posisi teratas dengan 92,27% jamaahnya sudah melunasi BPIH. Dari kuota 1.061, sebanyak 979 jamaah Bangka Belitung sudah melakukan pelunasan. “Untuk provinsi dengan jamaah terbanyak yang melakukan pelunasan adalah Jawa Barat. Dari kuoata 38.567 maka sebanyak 32.601 jamaah sudah melunasi,” ujar Muhajirin.

Kasubdit Pendaftaran Haji Reguler Kemenag Hanif mengatakan, pelunasan BPIH tahap pertama ini akan berlangsung hingga 15 April 2019. Keputusan Menteri Agama (KMA) No 29 Tahun 2019 tentang Penetapan Kuota Haji Tahun 1440H/2019M mengatur bahwa kuota haji Indonesia berjumlah 221.000. 

Jumlah ini terdiri dari 204.000 kuota haji reguler dan 17.000 kuota haji khusus. Kuota haji reguler terbagi menjadi dua, yaitu sebanyak 202.487 kuota untuk jemaah haji dan 1.513 kuota untuk tim pemandu haji daerah (TPHD). “Jamaah yang belum melunasi sebanyak 39.423 orang atau 19,32%,” tuturnya. 

Untuk Tim Pemandu Haji Daerah atau TPHD, belum ada satupun yang melakukan pelunasan. “Mulai tahun ini, selain datang langsung ke Bank Penerima Setoran awal (BPS), pelunasan juga bisa dilakukan secara nonteller melalui ATM, internet dan mobile banking,” tandasnya.

Sumber : Sindo News

berita