10 September 2014

Maktour Gelar Manasik Haji (2-habis)

 

Suasana di Audiotorium Maktour Saat Pelaksanaan Manasik Haji.

Hal senada diungkapkan koordinator Pembimbing Haji Maktour, Ustaz Zirwandi Djamhari Lc. Kegiatan manasik haji yang digelar Maktour, kata dia, sifatnya tidak monolog melainkan dengan sistem dialogis komunikatif.

''Dalam satu kesempatan manasik, dua sampai tiga pembimbing tampil menyampaikan materi sesuai bidangnya masing-masing dan peserta manasik dilibatkan, sehingga jamaah haji tidak jenuh mengikuti kegiatan manasik,'' papar Ustaz Zirwandi.

Alumnus King Saud University di Riyadh, Arab Saudi tahun 1993 ini menuturkan, dalam kegiatan manasik haji, selaku pembimbing ia senantiasa mengingatkan para calon jamaah haji untuk memantapkan niat berhaji. ''Niat berhaji ini paling utama yakni niat karena Allah SWT, bukan karena siapa-siapa,'' paparnya menjelaskan.

Selain itu, alumnus Pondok Pesantren Darussalam Lampung ini, juga sering mengingatkan para calon jamaah haji pentingnya menerapkan sikap sabar, ikhlas dan pasrah dalam melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci.

''Sesungguhnya latihan kesabaran, keikhlasan dan kepasrahan sudah Allah SWT berikan kepada umat Islam, terutama para calon haji, selama satu bulan, yakni pada bulan suci Ramadhan,'' paparnya.

Pria yang hampir selama 20 tahun menjadi pembimbing ibadah haji di Maktour ini mengungkapkan, sifat sabar, ikhlas dan pasrah benar-benar harus dimiliki setiap calon jamaah haji yang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

''Mereka yang memiliki sifat sabar, ikhlas serta pasrah dan mampu menjalaninya dengan baik selama menunaikan ibadah haji, insya Allah akan lulus sebagai haji mabrur. Dan, itu balasanya tidak ada yang lain kecuali surga,'' ujar Uztaz Zirwandi.

Kemacetan, kelelahan, suasana lafar ditambah lagi cuaca yang panas, sangat mudah menaikkan tensi emosi para calon jamaah haji. ''Di sinilah pentingnya rasa sabar, ikhlas dan pasrah dalam menunaikan ibadah haji,'' jelasnya menambahkan.

berita